fbpx

Buat kamu yang sudah lama terjun di dunia investasi, mungkin sudah tidak asing dengan istilah ROI atau Return of Investment. Secara sederhana, ia bisa diartikan sebagai kembalinya modal yang sudah kita tanam dalam investasi atau istilah kerennya balik modal. Seperti yang kita ketahui, tujuan dari investasi adalah mendapatkan pengembalian lebih banyak uang dari yang kita tanam. Tetapi masalahnya adalah bagaimana caranya kita bisa tahu bahwa investasi yang sedang dilakukan berkinerja dengan baik? Maksudnya modal awal yang diajukan bernilai tetap, sudah pasti, sedangkan pengembalian jumlahnya bisa bervariasi. Gimana caranya kita tahu bahwa “modal” kita sudah balik atau belum? Berangkat darisana, muncullah istilah pengembalian investasi atau Return of Investment. ROI digunakan untuk mengukur seberapa manjur investisa yang sedang kita lakukan.

Ilustrasi Investasi

Apa Itu ROI?

ROI penting di dunia investasi

Return on investment (ROI) adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau profitabilitas investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda. ROI mencoba untuk secara langsung mengukur jumlah pengembalian investasi tertentu.

Menurut Forbes Advisor, return on investment ini dipahami sebagai tingkat profitabilitas investasi dengan membandingkan jumlah investasi dan nominal keuntungannya. Adapun menurut Corporate Finance Institute, pengertian return on investment adalag rasio keuangan yang dilakukan guna mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh investor erdasarkan biaya yang dikeluarkannya demi melakukan investasi tersebut.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa ROI adalah salah satu hal yang cukup penting di dunia investiasi. Ia bisa menguntungkan bagi para investor perusahaan maupun ritel. Jika nilai ROI tinggi artinya keputusan investasi kita terhadap suatu instrument berhasil mencapai profit yang maksimal. Hal ini berlaku sebaliknya. Jika tingkat ROI nya rendah artinya strategi dalam investasi tersebut masih kurang tepat, sehingga kita harus menyusun strategi baru demi tercapainya profit yang maksimum.

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat ROI

Ilustrasi

Tingkat rendahnya Return of Investment dipengaruhi oleh dua factor berikut. Simak baik baik supaya ROI milikmu selalu berada di tingkat yang maksimal.

Yang pertama adalah margin profit perusahaan. Konsepnya adalah semakin tinggi tingkat profitabitas sebuah perusahaan, idealnya pengembalian modalnya juga makin besar. Tapi konsep ini tidak bisa menjadikan patokan utama untuk melakukan perhitungan return of investment atau pengembalian modal ini.

Faktor selanjutnya adalah tingkat perputaran aktiva. Terlepas dari persentase yang diperoleh bernilai positif atau negative, perhitungan rasio bergantung pada tingkat perputaran aktiva yang digunakan perusahaan untuk seluruh kegiatan operasional. Ini bisa disebut juga sebagai kecepatan aktiva dalam suatu periode untuk menghasilkan tingkat pengembalian investasi.

Baca Juga: Very Important ! 5 Alasan Social Media Marketing Sangat Berpengaruh Bagi Bisnis Kamu

Faktor ketiga yang mempengaruhi tingkat ROI adalah operating assets. Maksudnya adalah asset perusahaan untuk aktivitas yang dapat menghasilkan profit. Aset tersebut bisa meliputi aktivitas yang berhubungan dengan bangunan, mesin hingga kendaraan. Operating assets ini yang menyebabkan sebuah ROI bisa tidak stabil, meskipun margin profitnya bisa dibilang tinggi. Ini bisa terjadi apabila perusahaan memutuskan untuk berinvestasi di asset yang tetap saja, maka tiap tahunnya asset tetap tersebut akan mengalami depresiasi, sehingga akan mengurangi nilai investasi.

Depresiasi adalah biaya yang timbul karena penggunaan aktiva tetap atau asset tetap (fixed assets). Depresiasi berkaitan dengan biaya yang muncul karena asset tetap yang digunakan mengalami penurunan manfaat atau penurunan kualitas. Bisa dikatakan menyusut. Nah, penyusutan ini sangat berkaitan dengan perhitungan masa pakai atau masa umur dari suatu asset tetap. Seperti mesin yang nilai valuasinya terus mengalami penurunan karena penggunaan yang terus menerus.

Okay, daritadi kita sudah menyinggung tentang profit yang didapatkan bisa maksimal bahkan minimal. Sebenarnya, bagaimana sih cara menghitungnya?

Cara Menghitung Return of Investment

Ilustrasi

Untuk menghitungnya sebenarnya tidak sulit. Ini menggunakan sebuah formula yang sangat sederhana.

Rumus untuk menghitungnya adalah net income (pendapatan bersih) dibagi dengan cost investment (nominal investasi) dikali 100 persen.

Itu adalah rumus utamanya, tapi kamu juga bisa memakai rumus yang lainnya yaitu investment gain (pendapatan dari investasi) dibagi investment base (dana investasi yang ditanamkan) dikali 100 persen.

Buat kalian yang sudah lama terjun di bidang investasi pasti lebih mengenal rumus yang kedua. Ya, memang pada dasarnya dua rumus ROI di atas sama. Hanya saja, rumus yang pertama menggunakan istilah perusahaan, sedangkan rumus yang kedua memakai istilah yang lebih familiar bagi para investor.

Contoh Penghitungan ROI

Katakan Anda memiliki sebuah perusahaan bernama PT. Cahaya Asia dan memiliki tiga cabang dengan rincian biaya pendirian sebagai berikut: PT. Pelindung Asia (Rp1.5 milyar), PT. Pemimpin Asia (Rp1,75 milyar) dan PT. Penggerak Asia (Rp1.25 milyar). Per 2020, ketiga perusahaan tersebut secara berurutan menyetor return sebesar Rp250 juta, Rp350 juta dan Rp200 juta. Maka cara menghitung ROI nya adalah sebagai berikut:

Rumus:

ROI = Net Income / Cost of Investment * 100%

  • PT. Pelindung Asia = 250 juta / 1.5 milyar * 100 % = 16%
  • PT. Pemimpin Asia = 350 juta / 1.75 milyar * 100% = 20%
  • PT. Penggerak Asia = 200 juta / 1.25 milyar * 100% = 16%

Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa cabang terbaik dari segi ROI adalah PT. Pemimpin Asia, yaitu 20%.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Approved Ini Dia 7 Manfaat Media Sosial Untuk Bisnis, Siap Boost Usaha Kamu!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top