fbpx

Cara menjadi dropshipper mungkin merupakan keyword yang Anda cari di Google saat ini, memang pekerjaan ini sedang banyak diminati banyak orang karen dianggap membwa banyak keuntungan.

Sistem Dropshipping sendiri berbeda dengan reseller¸ pada dasarnya dropshipping bukan menjual barang, melainkan sebuah model bisnis dimana penjual menyalurkan barang langsung kepada pembeli.

Untuk memahami cara menjadi dropshipper, maka terlebih dahulu Anda harus tahu mengenai ilmu dropshipping itu sendiri.

Biasanya seseorang menjadi dropshipper, dimulai dari keaktifannya bermain Social Media. Dengan memanfaatkan Social Media, maka Anda dapat memperoleh cuan tambahan.

Cara Menjadi Dropshipper: Bisnis Modal Minim
Photo by Erik Mclean on Unsplash

Memahami Apa itu Dropship

Model bisnis Dropshipping atau dropship menerapkan sistem berdagang tidak seperti bisnis pada umumnya.

Cara menjadi dropshipper, yaitu bisnis tanpa menyimpan barang dagangan, melainkan mencari pesanan terlebih dahulu.

Saat ada seseorang yang memesan barang tersebut, barulah dropshipper mencari barangnya.

Sistem dropshipping ini tentu menguntungkan bagi penjual, karena tidak perlu khawatir barang dagangan tidak laku.

Bahkan tidak perlu keluar modal untuk berjualan. Anda hanya perlu mencari pelanggan yang ingin membeli barang titipan kepada Anda.

Memahami cara menjadi dropshipper, bisa dibilang seperti perantara antara supplier yang sebenarnya dengan pembeli, sehingga mereka tidak perlu keluar modal untuk memproduksi barang dagangan.

Bedanya Dropship dengan Reseller

Secara sekilas mungkin system penjualan dropship mirip dengan reseller, tapi sebenarnya tetap ada perbedaan di antara keduanya.

Dropship:

  • Modal yang dikeluarkan kecil
  • Tidak memerlukan stok gudang, inventori, atau barang simpanan
  • Menjual berbagai jenis dan katalog barang
  • Resiko kerugian rendah, karena tidak ada barang menumpuk
  • Penjual tidak perlu mengurus pengiriman barang

Reseller:

  • Modal yang dikeluarkan besar
  • Perlu memiliki stok barang, dan gudang
  • Jumlah katalog terbatas oleh modal dan penyedia
  • Resiko kerugian lebih tinggi
  • Penjual harus mengurus pengiriman barang

Setelah membaca perbedaan antara dropshipper dan reseller, maka sekarang Anda mungkin bisa memiliki gambaran cara menjadi dropshipper itu seperti apa.

Photo by Claudio Schwarz on Unsplash

Sistem Kerja Cara Menjadi Dropshipper

Sekarang Anda perlu mengetahui, bagaimana cara menjadi dropshipper dengan memahami terlebih dahulu jobdesc seorang dropshipper.

Step 1

Untuk menjadi seorang dropshipper , maka Anda harus mahir memainkan Social Media, karena Anda perlu memasarkan produk Anda di Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Instagram, dan sebagainya.

Masukkan berbagai gambar serta harga produk Anda di Marketplace. Jika ada customer yang ingin membeli, maka catatan order akan secara otomatis terkirim pada supplier.

Pada tahapan ini, tentu Anda tidak perlu bersusah payah lagi untuk memberitahu supplier jika ada pesanan masuk.

Step 2

Selanjutnya barang yang dipesan oleh customer akan dibungkus oleh supplier, Anda tidak perlu bersusah payah membungkus barang hingga mengirimnya.

Supplier akan mengurus barang pesanan, lalu dikirim oleh kurir secara langsung ke lokasi customer. Dengan begitu proses bisnis dropshipping Anda pun berjalan lancer.

 Dari proses pengiriman tersebut, tentu Anda akan memperoleh royalty, sehingga Anda harus mencantumkan harga yang lebih tinggi dari harga normal dari supplier.

Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Mencari Supplier Produk dan Ide Produk

Tugas Anda untuk memulai menjalankan bisnis dropshipping, Anda perlu mencari supplier yang terpercaya dan produknya banyak diminati oleh orang-orang.

Jika Anda masih kesulitan mencari supplier, maka Anda dapat mengikuti tips berikut ini untuk memulai menjalankan bisnis dropship.

Sebelum Anda mulai mencari di kedalaman web untuk ide bisnis kecil, produk, dan ceruk, selalu yang terbaik adalah memulai dengan ide yang sudah Anda miliki.

1. Perhatikan Komunitas Lokal

Cara menjadi dropshipper bisa dimulai dari diri sendiri, jika Anda kesulitan mencari supplier produk yang ingin Anda jual.

Mungkin Anda memiliki ide produk yang Anda simpan selama bertahun-tahun, namun belum diperdagangkan kepada publik.

Mungkin ini saatnya Anda memperdagangkan ide tersebut melalui system dropship. Beriku tini beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan ketika membuat ide bisnis online Anda:

  • Industri apa yang Anda minati dan sukai?
  • Produk apa yang disukai lingkungan atau orang-orang terdekat Anda?
  • Apa yang Anda butuhkan dalam hidup untuk menyelesaikan masalah Anda?

Dengan mendidentifikasi masalah dalam lingkunan Anda, maka Anda bisa bertukar pikiran tentang ide produk yang bagus.

Temukan permasalahan apa yang dialami oleh orang-orang sekitar Anda, lalu temukan ide produk yang dapat memecahkan masalah mereka.

Seperti misalnya Nadiem Makarim, pendiri Gojek, ia memecahkan masalah masyarakat dalam menemukan transportasi.

Dalam hal ini, barang apa yang bisa Anda jual secara online yang kira-kira akan laku di pasaran?

Photo by Brooke Lark on Unsplash

2. Amati, Tiru, Modifikasi

Terkadang Anda tidak membutuhkan ide fresh yang baru muncul di benak Anda, coba mulai terapkan proses kreatif ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Amati, Tiru, dan Modifikasi, adalah salah satu metode popular dalam dunia bisnis dan industri kreatif di Indonesia.

Rumus ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi bisnis untuk senantiasa menciptakan produk atau strategi yang segar, unik, dan berdaya saing.

Misalnya saja, saat ini banyak marketplace yang menawarkan jasa berbagi akun aplikasi, karena harga akun premium di aplikasis sering kali mahal.

Mereka berbagi akun milik mereka untuk bisa digunakan oleh pelanggan dengan harga yang lebih murah, dibandingkan membelinya secara langsung sendirian.

Aplikasi tersebut bisa seperti Spotify, Canva, Netflix, dan sebagainya.

3. Mengikuti Tren

Dengan menjadi pribadi yang suka mengikuti tren, maka itu adalah cara menjadi dropshipper di langkah awal Anda.

Dengan mengetahui trend di masyarakat, maka Anda bisa memperoleh gambaran kira-kira apa yang akan Anda perdagangkan.

Mengikuti trend juga bisa memberitahu Anda kategori produk dan industry baru yang mungkin sebelumnya belum Anda ketahui.

Anda bisa bergabung dengan komunitas pebisnis dunia, seperti misalnya Trend Hunters. Semakin banyak teman sesama entrepreneur, maka info yang Anda peroleh juga tidak akan ketinggalan.

Trend Hunter adalah komunitas besar dunia yang membernya sudah sebanyak 160.000 member dari seluruh dunia. Dengan memperluas jejaring Anda, maka kegiatan berdagang pun semakin lancar.

Ide Produk yang Banyak Permintaannya di Masyarakat

Menurut situs Shopify, ada banyak produk yang tinggi permintaanya di masyarakat. Berikut ini daftar produk tersebut:

  1. Mainan
  2. Sepatu
  3. Alat tulis
  4. Botol dekoratif
  5. Peralatan GYM
  6. Peralatan dapur
  7. Sistem navigasi GPS
  8. Pakaian dalam
  9. Suku cadang kendaraan bermotor
  10. kursi kantor
  11. Proyektor
  12. Handuk
  13. Karya seni digital
  14. Brow enhancer
  15. Penanda jalan neon
  16. Komputer tablet
  17. Botol air

Hanya 40% dari produk yang dikembangkan yang berhasil dipasarkan, dan dari 40% itu, hanya 60% yang bisa memperoleh pendapatan.

Menentukan produk untuk dijual harus tepat, atau Anda akan mengalami kegagalan bisnis. Apalagi di masa awal-awal, menjalankan bisnis sudah pasti tidak mudah.

Anda perlu mengalami trial and error terlebih dahulu saat baru mulai menjalankan bisnis Anda.

Meski Anda hanya mencari cara menjadi dropshipper, namun  Anda tetap dianggap sebagai pebisnis. Oleh karena itu, pengetahuan tentang bisnis ini perlu Anda pahami.

Anda bisa gunakan jasa Bootsol untuk membangun strategi digital marketing  untuk BIsnis Anda. Biaya terjangkau ditangani tenaga professional!.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top