fbpx
Memilih Channel Digital Marketing
Memilih Channel Digital Marketing

Digital marketing sesungguhnya adalah bagian dari kegiatan marketing, sebuah kegiatan yang telah ada sejak puluhan tahun lamanya. Seiring dengan perkembangan zaman dan trend yang berubah akibat kemajuan teknologi, marketing konvensional melalui channel offline seperti TV, radio, koran, majalah, billboard, brosur , dan lain sebagainya mulai ditinggalkan dan bergeser ke channel online. Hal ini dikarenakan channel offline tersebut memiliki beberapa kekurangan seperti komunikasi satu arah, sulitnya mendapat feedback, tidak dapat menjangkau audience secara rinci, mahal, dan sulit diketahui performanya.

Maka dari itu, online marketing atau disebut juga digital marketing menjadi solusi atas masalah-masalah tersebut. Melalui kegiatan online, marketer dapat mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh orang-orang saat berinternet.

Terdapat beberapa keunggulan dalam menerapkan digital marketing diantaranya adalah:

  • Memperoleh feedback secara langsung dan cepat
  • Dapat menargetkan audience secara spesifik
  • Murah
  • Mendapat data ROI secara rinci
  • Interaksi yang dinamis yang dapat meningkatkan manajemen reputasi

Channel Digital Marketing yang Paling Utama

  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Media sosial
  • E-mail
  • Konten
  • Chat

Pada artikel ini, Bootsol akan memberikan informasi mengenai digital marketing yang dapat membantu Anda untuk menentukan channel digital marketing yang tepat. Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui beberapa informasi seputar digital marketing dibawah ini.

Baca Juga: Super Helpful! Tren Digital Marketing Indonesia Remarkable, di 2021

Channel Berdasarkan Tujuan Digital Marketing (Acquisition vs Retention)

acquisition vs retention channel digital marketing
Acquisition vs Retention Channel

Dalam praktiknya, digital marketing digunakan untuk mencapai goal perusahaan. Terdapat dua tujuan digital marketing yakni acquisition (akuisisi) dan retention (mempertahankan). Berdasarkan tujuannya, channel digital marketing yang digunakan pun akan berbeda. Untuk itu, mari pahami kedua tujuan tersebut.

1. Acquisition

Dalam tahap ini, perusahaan berusaha untuk mendapatkan pembeli atau pengguna yang sebelumnya belum pernah membeli atau menggunakan produk dari perusahaan tersebut. Contohnya, Shopee melakukan upaya digital marketing acquisition channel untuk menarik perhatian pengguna internet yang belum menginstal aplikasi Shopee. Aksi yang diharapkan dari acquisition channel ini antara lain:

  • Pembelian pertama
  • Sign up newsletter
  • Pembuatan akun
  • Instal aplikasi

Aksi-aksi ini ditujukan untuk mendapatkan data dari customer seperti nama, alamat email, dan lokasi tempat tinggal. Channel digital marketing yang dapat Anda pilih pada tahap acquisition antara lain:

  • Content marketing
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Paid search
  • Display ads
  • Retargeted ads
  • Paid & organic social media
  • Website landing pages

2. Retention

Berbeda dengan acquisition, retention channel dimaksudkan untuk mendorong customer untuk melakukan transaksi lagi yakni dengan membeli produk untuk kesekian kalinya. Contohnya, sebelumnya Anda telah membeli produk di Bukalapak, kemudian Bukalapak akan memberikan rekomendasi-rekomendasi produk serupa melalui e-mail. Channel digital marketing retention yang paling populer adalah melalui e-mail marketing dan notifikasi di dalam aplikasi. Berikut adalah beberapa channel digita marketing retention yang paling umum:

  • Customer Relationship Management (CRM)
  • E-mail Direct Marketing
  • Push notification
  • Retargeted ads
  • On-site web & app management

Organic vs Paid Channel

Channel Digital Marketing
Channel Digital Marketing Organic vs Paid

Organic Channel

Organic channel adalah channel yang dimana perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang dalam praktiknya. Meski menggiurkan, organic channel cukup sulit untuk dilakukan karena lebih sulit untuk berkembang dan harus melakukan investasi awal yang cukup besar yakni dalam hal tenaga kerja. Untuk itu, penggunaan organic channel hanya dilakukan untuk investasi jangka panjang.

Channels:

  • Content Marketing
  • Digital Public Relation
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Social media organic
  • CRM

Paid Channel

Sesuai namanya, paid channel adalah channel dimana perusahaan perlu membayar pada setiap klik yang dilakukan pada iklan yang mengarahkan pada website atau eCommerce yang kita miliki. Paid channel memiliki beberapa kelebihan yakni cocok dilakukan untuk kampanye jangka pendek dan hanya memerlukan biaya yang relatif murah.

  • Search Engine Management (SEM)
  • Display ads
  • Social media ads
  • Retargeted ads
  • Influencer

Bagaimana Memilih Channel yang Tepat?

Untuk menentukan mana channel yang tepat, Anda perlu meneliti beberapa indikator berikut.

1. Scalabity

Tentukan berapa banyak target audience yang perlu dicapai pada dalam upaya digital marketing Anda.

2. Targeting

Targeting untuk Menentukan Channel Digital Marketing
Targeting untuk Menentukan Channel Digital Marketing

Seperti yang telah dijelaskan di artikel Bootsol sebelumnya mengenai strategi jualan di Instagram, pada tahap ini Anda perlu menentukan demografi dan behavior dari target audience Anda.

  • Demografi: umur, jenis, kelamin, pekerjaan, tempat tinggal
  • Behavior: aktivitas real life dan aktivitas online

3. Customer Acquisition Cost (CAC)

Customer Acquisition Cost (CAC)
Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC adalah biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh satu pelanggan baru. Cara sederhanya adalah:

Biaya gaji marketer + budget ads : jumlah pelanggan baru = CAC

CAC dapat dianggap sebagai metrik yang paling penting dalam menentukan channel digital marketing. Hal ini digunakan untuk mencari tahu apakah upaya yang dilakukan telah sesuai target dan apakah perusahaan mendapatkan keuntungan dari upaya digital marketing yang telah dilakukan.

Dengan memadukan ketiga indikator tersebut; scalability, tageting, dan CAC akan dapat membantu Anda untuk memilih channel digital marketing yang tepat untuk bisnis Anda.

Bagaimana menurut Anda? Silahkan berpendapat di kolom komentar!

Baca Juga: Super Useful, 5 Strategi Digital Marketing Bisnis Kuliner yang Ampuh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top