fbpx

Dari beberapa quotes Steve Jobs yang terkenal, salah satunya adalah “Simple can be harder than complex: You have to work hard to get your thinking clean to make it simple.” Kutipan inilah yang menjadi inspirasi konsep desain neo-minimalism yang makin berkembang dalam berbagai sektor dan media. Desain neo-minimalism adalah konsep lanjutan dari desain minimalism. Dalam konsepnya, desain ini berusaha membuat lapisan detail dengan menggunakan warna kontras yang eye-cathing dan tipografi yang berani.

Di artikel kali ini, Bootsol akan memberikan informasi mengenai desain neo-minimalism yang dibagi menjadi beberapa bagian untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Mengapa desain neo-minimalism disukai saat ini?
  • Bagaimana teknik penggunaan desain neo-minimalism?
  • Dimana menggunakan desain neo-minimalism?

Latar Belakang Desain Neo-minimalism

Di artikel Bootsol sebelumnya mengenai desain feed Instagram, kami telah membahas mengenai apa yang disebut dengan micro-attention berdasarkan buku Hook Point karya Brendan Kane. Dengan pesatnya perputaran informasi dan konten di internet, membuat pengguna hanya memiliki waktu 3 detik untuk menangkap pesain dalam setiap konten yang ia lihat. Akibat berkurangnya attention spans yang terjadi adalah implementasi nyata dari “less is more” atau yang lebih tepatnya adalah “kita perlu yang lebih sedikit untuk lebih memahami”.

Banyak yang beranggapan bahwa desain yang lebih kompleks akan menunjukan kemampuan desainer yang lebih mampu. Tapi nyatanya tidak sesederhana itu. Terdapat tiga alasan mengapa desain sederhana seperti neo-minimalism lebih baik dibandingkan desain yang kompleks, yaitu:

  • Desain yang kompleks akan lebih terasa “mencekik”
  • Desain yang kompleks akan lebih sulit untuk diingat
  • Desain yang kompleks akan menghasilkan pesan yang kurang persuasif

Teknik Pembuatan Desain Neo-minimalism

1. Memilih Font dengan Hati-hati dan Perhitungan

Seperti yang telah disinggung di atas, neo-minimalism adalah implementasi dari “less is more”. Yang berarti bahwa semakin sedikit elemen yang digunakan pada desain akan semakin baik. Banyak desainer yang menggunakan konsep desain ini dengan memfokuskan pada elemen tipografi. Hal ini dikarenakan audience akan memusatkan perhatian mereka pada tulisan. Ada kalanya desainer terlalu tenggelam dalam kreatifitas sehingga membuat desain yang terlalu rumit dan tidak mudah dibaca. Untuk itu, pastikan tidak menggunakan lebih dari dua jenis tipografi yang berbeda.

2. Gunakan Foto yang Kuat

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa gambar atau foto memiliki peranan yang vokal pada sebuah desain. Gunakan imagery serta perhatikan keseimbangan, simetri, ruang kosong, dan kontras. Tidak kalah penting seperti tipografi, foto yang kita sisipkan harus menyampaikan pesan atau cerita sehingga dapat membantu untuk menciptakan poin yang kuat. Anda dapat menyeimbangkan desain dengan memadukan foto dan tulisan berupa nama brand atau jargon.

3. Gunakan Warna yang Simpel

Source: The GC Blog

Karena elemen yang digunakan terbatas, design style harus melengkapi kekurangan yang ada. Untuk itu, gunakan warna-warna yang simpel. Biasanya desainer hanya akan menggunakan 2-3 warna saja. Penggunaan dua warna akan menghadirkan ketertarikan dan efek kontemporer karena kontras antara keduanya. Anda juga dapat memadukannya dengan gradient.

Anda harus menentukan warna dengan sebaik-baiknya. Warna dapat menciptakan emosi dan ikatan sebuah karya atau produk pada audience. Karena semakin terbatasnya warna yang dapat dipilih, hal ini akan lebih menekankan sense of urgency dari masing-masing warna. Ingat, setiap warna dapat menciptakan reaksi dan aksi yang berbeda.

4. Tentukan Kebutuhan Dasar

Seperti konsepnya, jika Anda ingin menambahkan elemen baru, Anda harus memikirkan perubahan apa yang akan terjadi. Jika perubahan itu tidak signifikan atau bahkan malah membawa kesan negatif, lebih baik membuangnya. Tentukan pesan apa yang ingin Anda sampaikan pada desain Anda, dan pastikan pesan tersebut tersaimpaikan melalui elemen yang seminimal mungkin.

5. Menjaga Keseimbangan

Karena elemen yang digunakan terbatas, menjaga keseimbangan pada desain akan menjadi lebih sulit. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan setiap elemen dan ruang kosong. Pastikan sinkron dan tidak berat sebelah.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Website Color Palette untuk Desain yang Lebih Colorful

Penggunaan Desain Neo-minimalism

Logo & Desain

Desain Neo-Minimalism pada Logo & Desain
Source: Mynewdesk

Untuk logo & desain yang menggunakan konsep desain neo-minimalism, biasanya desainer menggunakan bidang geometris. Hal ini dikarenakan bentuk-bentuk geometris akan mudah ditangkap dan diingat oleh audience yang telah familiar dengan bidang-bidang tersebut sejak mereka kecil. Bentuk-bentuk geometris seperti persegi, lingkaran, persegi panjang, dan persegi tiga juga akan menciptakan keseimbangan dan proporsi yang baik.

Selain bidang geometris, Anda juga bisa menggunakan garis tunggal atau monoline. Baik perusahaan dari brand besar hingga kecil menggunakan logo dan desain neo-minimalism. Contohnya, Coca-cola. Dengan latar belakang merah menyala serta perbaduan tipografi unik dan berani khas coca-cola, logo tersebut telah dikenal hampir sepenjuru dunia. Desain neo-minimalism juga menjadi andalan bagi brand kecil karena dapat mengefisiensi waktu dan biaya.

Ikon

Desain Neo-Minimalism pada Ikon
Source: 99Designs

Ikon bergaya neo-minimalist kebanyakan hanya menggunakan silhouette atau outline. Hasilnya akan menjadi desain flat 2d dengan elemen yang minimun. Banyak yang salah tanggkap bahwa desain minimalis adalah desain yang simpel, namun nyatanya desain ini lebih memperhatikan kepada detail-detail. Kurangnya detail seperti lekukan atau titik dapat membuat pesan tidak terbaca.

Website

Desain Neo-Minimalism pada Website
Source: Digital Doughnut

Poin utama yang perlu Anda tampilkan adalah menghadirkan pengalaman berharga pada pengunjung website Anda. Disini, Anda perlu memadukan segala elemen, terutama gambar/foto dan tipografi untuk membuat hierarki yang baik untuk membimbing pengunjung Anda. Kuncinya, Anda harus menyingkirkan gangguan berupa elemen berlebih yang tidak penting.

Untuk menghadirkan desain UI yang simpel namun efektif, terdapat beberapa tips konsep desain neo-minimalism, Yang pertama, gunakan latar bernuansa putih. Kedua, gunakan warna yang cerah yang akan membuat kontras dengan warna latar. Ketiga, gunakan font yang kuat dan cantik.

Kemasan Produk

Desain Neo-Minimalism pada Kemasan Produk
Source: Thunderfoot

Tujuan penggunaan desain neo-minimalism pada kemasan produk tak lain dan tak bukan adalah untuk membantu produk stand out dari kemasan produk-produk lain. Hal ini akan membantu kostumer untuk meyakinkan mereka memilih produk tersebut, sehingga menghemat waktu dan energi. Terdapat beberapa kelebihan-kelebihan lain seperti mendorong kemasan yang lebih sederhana agar lebih ramah lingkungan. Desain neo-minimalism juga diharapkan akan memotong biaya produksi.

Nah itulah informasi mengenai desain neo-minimalism yang sedang trending saat ini. Konsep desain ini sangat populer bagi para generasi milenial dan generasi Z. Bagaimana menurut Anda? Silahkan untuk berpendapat di kolom komentar!

Baca Juga: Top 7 Website Penyedia Gambar Gratis & Bebas Hak Cipta yang Super Helpful

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top