fbpx

Pernahkah Anda mendengar istilah segmentasi pasar? Umumnya istilah tersebut familiar bagi mereka yang sedang mengembangkan bisnis, baik baru berkembang maupun sudah mapan. Hal ini berkaitan dengan keberhasilan bisnis tersebut ke depannya karena ketepatan sasaran pasar yang dituju sangatlah penting.

Mencari tahu arah segmentasi pasar yang tepat membuat bisnis Anda akan semakin optimal. Keberadaan pasar yang heterogen biasanya membuat pebisnis bingung menentukan target pasar yang tepat. Oleh karena itu penting untuk Anda mengetahui jenis-jenis segmentasi pasar agar dapat menentukan target konsumen yang tepat. Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Segmentasi Pasar

Ilustrasi segmentasi pasar
Ilustrasi Segmentasi Pasar

Pada dasarnya segmentasi pasar yaitu strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengelompokkan target konsumen ke dalam beberapa kelompok. Hal ini kerap dilakukan agar penjualan yang diusahakan oleh perusahaan menjadi optimal.

Pemetakan pasar memiliki landasan yang penting sebab jika tidak dilakukan oleh sebuah perusahaan dapat terjadi kesalahan dalam pemilihan pasar. Selain itu, hal ini penting agar bisnis yang dilakukan dapat fokus pada suatu bidang tertentu. Pelaku usaha dapat melihat persaingan jika strategi ini telah dilakukan.

Memilih target pasar yang tepat akan membawa dampak positif seperti bertambahnya konsumen. Namun sebaliknya, jika Anda memilih target pasar yang kurang tepat akan membuat bisnis Anda terasa stagnan. Oleh karena sangat dianjurkan bagi para pengusaha untuk menargetkan konsumen sesuai dengan segmentasinya.

Tujuan Segmentasi Pasar

Penargetan pasar umumnya berbeda di setiap perusahaan. Hal itu tergantung dari visi dan misi perusahaan sehingga memiliki segmentasinya tersendiri. Oleh karena itu terdapat beberapa tujuan yang perlu diketahui dari strategi segmentasi ini.

1. Mendapatkan Sasaran Pasar yang Lebih Jelas

Sudah pasti akan lebih mudah bagi perusahaan menjual produk kepada pasar yang telah dikelompokkan. Sulit bagi perusahaan jika mereka menjual produk namun tidak dapat mengukur kepada siapa produk tersebut ditujukan. Dikutip dari xendit.co, homogenitas suatu konsumen akan lebih mudah ditargetkan karena perusahaan lebih mudah memahami selera konsumen.

Konsumen yang cenderung homogen juga akan berdampak pada keefektifan pemasaran yang perusahaan telah lakukan. Perusahaan tidak perlu ragu lagi apakah kampanye iklan yang dijalankannya sesuai dengan target konsumen yang dituju atau tidak. Hal ini tentu akan lebih dipermudah jika segmentasi yang dilakukan suatu perusahaan sudah tepat.

2. Memudahkan Bisnis Berkembang

Memilih segmentasi konsumen yang tepat akan mempermudah bisnis Anda berkembang. Mengapa demikian? Secara mudahnya, mengetahui target pasar yang tepat akan memudahkan Anda dapat mengetahui sejauh mana yang kompetitor lakukan serta konsumen mana yang perlu akan optimalkan.

Selain mengetahui value dari kompetitor dan konsumen secara tepat, setelah Anda melakukan segmentasi pasar maka akan dimudahkan ketika melihat peluang-peluang yang ada. Anda dapat memaksimalkan peluang tersebut seperti mengkampanyekan iklan lebih sering atau melihat platform-platform baru pada penyedia layanan ikalan atau lain-lain.

3. Strategi Komunikasi yang Lebih Efisien

Setelah perusahaan dapat memahami siapa konsumennya, maka di situ pula komunikasi yang dijalankan untuk mengoptimalkan penjualan akan lebih efisien. Namun sebaliknya, jika perusahaan belum mengetahui segmentasi pasarnya sendiri maka kemungkinan akan sulit untuk melakukan strategi komunikasi yang baik dan efisien.

Dengan mengetahui konsumen lebih jauh seperti tempat tinggal, usia, kecenderungan, dan lainnya secara tidak langsung dapat meningkatkan keefektifan bagi perusahaan untuk melakukan umpan balik. Pada dasarnya, umpan balik ini juga merupakan faktor yang esensial dalam perkembangan perusahaan karena dapat memahami lebih jauh apa yang konsumen harapkan dan inginkan.

4. Promosi Iklan Lebih Terarah

Layaknya seperti mengoptimalkan komunikasi kepada konsumen, segmentasi pasar juga bertujuan agar iklan yang dikampanyekan sesuai dan terarah dengan jelas. Terbatasnya perusahaan dalam mempromosikan produknya melalui iklan, membuat strategi segmentasi pasar yang tepat sangat dibutuhkan.

Iklan yang akan dikampanyekan berkaitan dengan jenis desain yang nantinya akan dipilih. Setelah mengetahui siapa konsumen yang ditargetkan, maka desain yang dibuat pun akan menyesuaikan pasar untuk mengoptimalkan promosi.

Baca juga : 12 Strategi Menghasilkan Prospek yang Efektif (+ Contoh)

Manfaat Melakukan Segmentasi Pasar

Manfaat melakukan segmentasi
Manfaat melakukan segmentasi

Melakukan pengelompokan dan penargetan pasar bukanlah hal yang sepele. Dengan melakukan strategi segmentasi, suatu perusahaan akan dapat memaksimalkan seluruh pemasarannya secara optimal. Mengingat biaya yang dimiliki setiap perusahaan terbatasa, maka dari itu penting bagi pengusaha selalu melakukan pemetakan pasar agar lebih efektif dan efisien.

Dilansir dari jurnal.id, setidaknya terdapat sembilan manfaat jika Anda melakukan penargetan pasar untuk bisnis Anda. Manfaat yang pertama yaitu lebih mudah perusahaan dalam merencanakan produk. Hal ini karena perusahaan telah mengetahui siapa target konsumennya yang mungkin akan membeli produk tersebut.

Kedua, seperti yang telah dijelaskan yaitu dapat menemtukan cara perusahaan mengiklankan produknya dengan tepat. Iklan atau promosi yang akan dikampanyekan akan lebih terukur dan terarah setelah perusahaan memiliki strategi segmentasi pasar. Keuntungan ketiga yaitu perusahaan dapat menyalurkan dana kepada pasar yang memiliki potensi untuk mengembangkan bisnisnya.

Manfaat selanjutnya adalah dengen mempelajari setiap segmen yang ada, maka perusahaan akan mengetahui lebih baik peluang-peluang yang ada untuk dimanfaatkan dengan optimal. Kemudian manfaat yang kelima yaitu perusahaan dapat mengalokasikan dananya sesuai dengan target segmen yang cocok.

Selanjutnya, manfaat dari dilakukannya strategi penargetan pasar yaitu dapat menentukan media promosi mana yang cocok untuk bisnis perusahaan. Hal ini karena tidak semua media iklan dapat cocok terhadap kebutuhan perusahaan melainkan disesuaikan dengan kondisi serta anggaran yang telah ditentukan.

Segmentasi pasar juga dilakukan sebagai bahan evaluasi terhadap bisnis yang sedang berjalan. Selain itu juga digunakan sebagai pembeda antara bisnis Anda dengan kompetitor. Terakhir, segmentasi pasar memiliki manfaat agar strategi komunikasi yang dijalankan oleh perusahaan akan efektif serta efisien dalam menjaga hubungan dengan konsumen.

Setelah mengetahui pengertian, tujuan, serta manfaat dari penargetan pasar, saatnya kalian mengetahui apa saja jenis-jenis segmentasi pasar yang tepat untuk bisnis Anda jalankan. Oleh karena itu simak ulasannya di bawah ini!

4 Jenis Segmentasi Pasar

Membagi pasar ke dalam beberapa kelompok memang dapat membuat pelaku usaha dapat memaksimalkan potensi penjualannya kepada konsumen. Namun perlu diingat bahwa penargetan pasar mempunyai jenisnya masing-masing sehingga Anda dapat memilih atau melakukannya sekaligus dengan tepat.

1. Segmentasi Demografis

Ilustrasi Demografi
Ilustrasi Demografi

Seperti namanya, strategi segmentasi ini melihat pasar dari sisi demografis konsumennya. Perusahaan mencoba mengelompokkan target konsumen berdasarjan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, status menikah, dan lain-lain yang nantinya akan dianalisis. Hasil analisis tersebut akan digunakan untuk menentukan selera serta perilaku konsumen dalam membeli suatu produk.

Pentingnya segmentasi demografis ini karena perusahaan akan mendapatkan hasil yang cukup terukur dari beberapa variabel yang diperlukan. Dengan demikian, target konsumen akan lebih dapat dilihat secara homogen. Hal ini karena beragamnya target konsumen yang ada di pasar akan dikelompokkan secara homogen dengan melihat dan mengetahui beberapa variabel tersebut.

Seperti layaknya fakotr usia, perusahaan akan menargetkan kepada usia berapa produknya akan dijual. Contohnya yaitu perusahaan minuman keras tidak akan menargetkan usia anak-anak maupun remaja sebagai segmennya. Melainkan mencoba menargetkan usia dewasa ke atas agar produknya dapat terjual secara optimal.

Menurut cerdasco.com, jenis segmentasi pasar demografis setidaknya memiliki tiga keuntungan utamanya. Pertama, kategori demografis dapat meliha kebutuhan konsumen dengan lebih tepat. Hal ini berkaitan dengan beberapa variabel yang penting seperti pendapatan,

Contohnya, orang yang berpenghasilan tinggi tidak lagi bermasalah dengan harga barang yang tinggi melainkan kualitas dari produk yang ditawarkan. Sebaliknya, orang yang berpenghasilan menengah ke bawah memikirkan harga barang terlebih dahulu di atas kualitas produk itu sendiri. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk memahami jenis segmentasi pasar yang satu ini.

2. Segmentasi Geografis

Ilustrasi penargetan secara gografis
Ilustrasi penargetan secara gografis

Berbedenan dengan segmentasi demografis, jenis segmentasi pasar geografis lebih mempertimbangkan pengelompokkan konsumen berdasarkan lokasinya. Mengetahui secara rinci mengenai lokasi target konsumen dapat memperakurat penjualan produk bagi suatu perusahaan. Hal ini didasari bahwa kebutuhan atas suatu produk di wilayah tertentu tidak sama dengan wilayah lainnya.

Bagi perusahaan yang bisnisnya sudah sampai skala internasional, mereka dapat mengelompokkan segmentasi pasarnya berdasarkan negara bahkan benua. Namun, bagi perusahaan yang masih dalam skala kecil, mereka dapat mengelompokkan segmentasi pasarnya berdasarkan provinsi, kota, kecamatan, dan lain sebagainya.

Contohnya adalah sebuah perusahaan yang membuat produk alat-alat pertanian. Perusahaan tersebut akan lebih baik jika menjualnya dengan melihat segmentasi pedesaan karena pertanian identik dengan daerah pedesaan.

Keuntungan dari melakukan segmentasi pasar geografis adalah promosi yang dijalankan lebih relevan. Jika Anda dapat mengetahui apa yang dibutuhkan di suatu daerah tertentu, maka promosi yang Anda jalankan kemungkinan besar akan efektif.

Selain itu, segementasi geografis juga dapat menghemat biaya. Perusahaan hanya perlu berfokus terhadap kebutuhan-kebutuhan yang ada pada suatu lokasi tertentu. Perusahaan juga lebih dapat mengamati perubahan-perubahan permintaan di suatu wilayah. Sehingga dapat segera melakukan manuver seperti menghasilkan produk baru atau memperluas jaringan promosi.

3. Segmentasi Perilaku

Ilustrasi perilaku konsumen
Ilustrasi perilaku konsumen

Segmentasi perilaku saat ini merupakan salah satu jenis segmentasi pasar yang paling penting. Dengan memahami variabel-variabel seperti pengetahua, respon, atau bahkan sikap tertentu yang dapat dianalisis. Segmentasi perilaku penting untuk memahami bukan hanya apa yang mereka inginkan namun lebih jauh seperti apa yang mereka lakukan.

Saat ini, segmentasi perilaku sering dikaitkan dengan pengembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dapat memahami kebiasaan-kebiasaan konsumen dalam memilih suatu produk. Memahami apa yang dilakukan target konsumen dapat mempermudah perusahaan dalam mengembangkan inovasi produk yang cocok bagi mereka.

Setelah perusahaan memahami kebiasaan-kebiasaan konsumen mereka, maka dapat diukur seberapa sering mereka akan membeli produk yang dijual. Selain itu, perusahaan juga akan mengetahui seberapa banyak produk yang dibutuhkan serta kapan mereka akan membeli. Hal ini tentu sangat membantu perusahaan menjadi lebih efisien.

Keuntungan dari segmentasi perilaku ini adalah memudahkan pelaku usaha untuk memasarkan produk-produknya. Perusahaan juga dapat menghemat biaya karena dapat melakukan promosi yang lebih efisien ketika menghadapi perilaku konsumen yang berbeda-beda.

Meskipun memiliki keuntungan yang cukup baik, kekurangan dari segmentasi perilaku ini yaitu kurangnya data yang akurat yang disebabkan oleh perbedaan pola perilaku konsumen. Memang terkadang masyarakat dapat dianalisis dengan beberapa rekam jejak yang mereka lakukan, namun tidak menutup kemungkinan selera masyarakat akan berubah sewaktu-waktu.

4. Segmentasi Psikografis

Ilustrasi psikologis manusia
Ilustrasi psikologis manusia

Jenis segmentasi pasar yang satu ini cukup berbeda dengan beberapa jenis segmentasi pasar lainnya. Segmentasi psikografis menitikberatkan pada segi psikologis dari konsumen. Hal ini mencakup bagian intrinsik seperti keinginan, gaya hidup, tujua, ketertarikan, dan lain-lain.

Meskipun demikian, biasanya orang mengindikasikan segmentasi psikografis mirip dengan segmentasi demografis. Perbedaannya adalah segmentasi psikografis melihat mengapa seorang konsumen melakukan tindakan-tindakan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami target pasarnya tidak hanya dari segi demografi dan geografi, namun juga dari segi psikologinya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan segmentasi pasar ini adalah dengan cara survey, interview, diskusi pada forum, dan sebagainya. Keuntungan dari memahami psikologi target konsumen yaitu pemasaran akan semakin optimal dan dapat meminimalisir anggaran yang tidak perlu.

Namun perlu diingat, seperi layaknya segmentasi pasar perilaku, segmentasi psikografis juga memiliki kekurangan jika pola perilaku konsumen berubah.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai segmentasi pasar yang perlu diketahui jika Anda sedang menjalankan bisnis. Beberapa jenis segmentasi pasar tersebut dapat dilakukan bagi bisnis kalian agar semakin optimal. Jadi, apakah kalian sudah siap memulai bisnis dengan mempertimbangkan segmentasi pasar kalian?

Baca juga : Mix Marketing: Strategi Pemasaran 4P dalam Pasar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top