fbpx

Akhir-akhir ini game online sedang marak menjadi sebuah entertain bagi semua kalangan, terutama anak muda untuk mengisi waktu luang disaat pandemi sekarang ini. Namun, tidak jarang dari mereka yang pada akhirnya kecanduan game online sehingga melupakan kegiatan wajib yang seharusnya dijalani seperti mengerjakan tugas bahkan bagi mereka yang telah bekerja, seringkali juga mengganggu pekerjaannya.

Sebelum mengetahui dampak buruknya, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai jenis permainan tersebut.

Apa Itu Game Online?

Video game online

Game internet atau game online adalah sebuah jenis permainan yang dimainkan secara daring (online) melalui internet. Permainan ini kini menjadi hiburan paling populer di masyarakat modern dengan target semua kalangan usia menyesuaikan dengan jenis game nya. Internet game dimulai pada tahun 1972, yaitu Pang sebuah permainan tenis komputer, dan kemudian dikembangkan dalam sistem perangkat keras dan perangkat lunak.

Peningkatan kualitas dan variasi permainan semakin menyebar di masyarakat khususnya remaja. Permainan komputer seperti menonton TV diyakini memberikan peluang untuk pembelajaran visual. Terutama karena permainan ini lebih aktif dibandingkan dengan menonton TV, sehingga dianggap lebih efektif dalam pengenalan visualisasi dunia digital. Namun, Karena permainan ini dikenal sebagai hiburan kedua setelah TV, para penentang permainan jenis online ini menekankan pada efek negatifnya seperti merangsang kemarahan dan kekerasan, menghabiskan banyak biaya uang, dan memiliki dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental, dimana jauh lebih berisiko daripada efek-efek positif yang didapat.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak bermain game komputer menyebabkan “kerusakan” fisik dan meningkatkan kecemasan dan depresi pada pemain. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang kecanduan game komputer memiliki detak jantung dan tekanan darah yang tinggi karena terlalu banyak mengalami perubahan emosi pada saat bermain game jenis ini.

5 Dampak Buruk Kecanduan Game Online bagi Tubuh dan Mental

Sebagian besar dampak buruk bermain video game disasarkan pada kekerasan yang dikandungnya. Menurut sebuah studi ilmiah (Anderson & Bushman, 2001), orang yang bermain lebih banyak video game kekerasan lebih cenderung mengalami peningkatan pikiran, perasaan, dan perilaku agresif, serta penurunan sosial.

Repetitive Strain Injuries

dampak buruk game online
Cedera tangan akibat terlalu lama bermain game online

Pada dasarnya, bermain video game online sendiri bukanlah aktivitas yang tidak sehat. Namun, jika dilakukan selama berjam-jam maka dapat dengan cepat merusak kesehatan fisik seseorang, salah satunya yaitu Repetitive Strain Injuries (RSI) atau yang sering kita tahu dengan cedera peregangan berulang, dimana sangat umum terjadi dirasakan oleh para gamers.

Bermain game membutuhkan gerakan berat dan berulang pada tangan dan pergelangan tangan (terkadang selama berjam-jam) sehingga gerakan yang terus menerus ini dapat menyebabkan peradangan dan cedera. Berikut adalah beberapa penyebab cedera RSI pada saat bermain game online:

  • Jempol gamer adalah nama panggilan yang diberikan untuk kondisi yang disebut Tenosinovitis de Quervain, yaitu suatu kondisi di mana tendon yang menggerakkan ibu jari kita menjadi meradang, yang menyebabkan rasa sakit dan gerakan menjadi terbatas. Cedera semacam ini sering disertai dengan pembengkakan pada pangkal ibu jari dan pergelangan tangan.
  • Trigger finger, juga dikenal sebagai Stenosing Tenosynovitis, yaitu suatu kondisi di mana jari terjebak dalam posisi bengkok/menekuk yang menyebab rasa sakit ketika menggerakan tangan.
  • Carpal Tunnel Syndrome adalah cedera lain dari RSI yang dapat disebabkan oleh terlalu banyak bermain game. Gejala khasnya adalah mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada tangan. Ini terjadi karena tekanan pada saraf median dimana saraf ini berjalan dari lengan bawah ke tangan Anda melalui bagian pergelangan tangan Anda yang disebut terowongan karpal.

Menimbulkan Perilaku Agresif

Ilustrasi saat seseorang sedang emosi bermain game

Dalam dimensi psikologis, tampaknya kecanduan game online memiliki hubungan negatif dengan kesehatan mental pemainnya terutama remaja dan memiliki efek langsung pada perilaku kekerasan, kecemasan, bahkan depresi yang memainkan game tersebut. Efek dari permainan komputer pada kesehatan psikologis orang dan tingkat keparahan dan signifikansinya tergantung pada faktor-faktor seperti tingkat dan intensitas kekerasan dalam permainan, kemampuan pemain dalam membedakan dunia maya dan dunia nyata, kemampuan pemain untuk menghambat keinginan dan motivasi mereka, serta bagaimana cara mereka menerapkan nilai-nilai yang mereka bawa atau jalani serta yang ada dalam konteks dan isi permainan online tersebut.

Dampak Buruk Bagi Kesehatan Jantung

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak bermain game komputer menyebabkan “kerusakan” fisik dan meningkatkan kecemasan dan depresi pada pemain. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang kecanduan game online memiliki detak jantung dan tekanan darah yang tinggi karena terlalu banyak mengalami perubahan emosi pada saat bermain. Terutama pada saat mereka merasa “kalah” dalam game tersebut, maka secara tidak sadar perasaan emosi menjadi tersulut yang menyebabkan amarah dan detak jantung tidak beraturan.

Menimbulkan Kecemasan dan Perubahan Emosi yang Tidak Baik

Ilustrasi saat seseorang merasa cemas ketika main game online

Ketika kita sedang mengalami rasa takut, khawatir, malu, atau emosi negatif lainnya, amigdala dalam diri kita menjadi aktif. Dilansir dari HelloSehat, Amigdala adalah bagian dari otak yang mengatur emosi negatif serta merupakan bagian integral dari sirkuit pembelajaran kita karena menciptakan koneksi ke hippocampus, sebagai pusat pembelajaran di otak manusia.

  • Penekanan konstan dari emosi negatif dapat menyebabkan kondisi yang disebut alexithymia. Jika seseorang alexithymic, maka itu berarti mereka kesulitan menentukan keadaan emosi internal mereka. Orang alexithymic merasa sulit untuk menentukan emosi yang mereka rasakan. Namun, bukan berarti emosi tersebut tidak mempengaruhi perilaku mereka. Seringkali para gamers ingin menahan emosi negatif nya pada suatu permainan atau antar pemain lainnya, namun hal ini malah memberi dampak buruk pada kesehatan mental.
  • Amigdala adalah bagian inti dari sirkuit pembelajaran otak manusia. Dimana pengalaman menyakitkan dapat masih terekam dalam ingatan kita, yang mana seharusnya bisa belajar dari pengalaman tersebut. Namun, orang merasa sulit untuk berhenti bermain video game online dikarenakan amigdala mereka tidak membuat koneksi dengan hippocampus mereka dengan lancar sehingga akan terus menerus mengulang bermain game online tersebut.

Dapat Menimbulkan Obesitas

Dampak buruk bermain game terlalu lama

Dampak buruk bermain game online lainnya adalah timbulnya obesitas. Hal ini mungkin terkait dengan kurangnya aktivitas fisik pada pemain. Atau, bisa jadi mereka yang kurang bugar secara fisik karena obesitas cenderung melakukan aktivitas yang kurang menuntut fisik, seperti bermain game.

Selain itu, anak-anak yang paling banyak menonton televisi atau bermain video game memiliki insiden obesitas tertinggi. Jika video game menggantikan aktivitas fisik dan anak muda tidak berpartisipasi dalam rekreasi fisik atau melihat bermain video game sebagai bentuk rekreasi, ini mungkin bagian dari hubungan antara waktu yang dihabiskan saat bermain video game dan peningkatan Body Mass Index (BMI) pada remaja.

Tentu, bermain game dapat melepas penat kesibukan sehari-hari, namun dari sekian dampak buruk kecanduan game online diatas, ada baiknya mulai sekarang bagi para gamers untuk mencoba membatasi waktu bermain game kalian agar tidak memiliki kecenderungan lebih dalam terhadap hal tersebut. Batasi waktu bermain dalam sehari dan selebihnya gunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif lainnya sehingga dapat mengalihkan keinginan untuk bermain game.

Baca juga: TOP 5! Perusahaan Video Game Paling Famous di Dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top