fbpx

Artikel ini akan menjelaskan filosofi dan teori warna pada desain yang merupakan 2 aspek yang perlu diketahui dalam Basic Color Theory.

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah desain. Dengan memahami basic dari filosofi dan teori warna pada desain, akan memudahkan kita dalam mengaplikasikan warna sesuai identitas dan karakter yang kita inginkan. Hal ini akan sangat berguna apabila kita ingin menentukan warna dari suatu brand atau produk yang sedang kita rancang agar memiliki karakter sesuai dengan filosofinya.

Definisi / Terminologi dalam Warna

istilah dan terminologi dalam filosofi dan teori warna
  1. Definisi

Aspek warna dalam suatu desain merupakan akar dalam perancangan suatu desain itu sendiri. Memahami karakter dan aspek psikologis dari warna akan memudahkan kita dalam pemilihan warna yang tepat sesuai dengan target pasar yang ingin kita tuju.

Namun sebelum jauh membahas aspek filosofi dibalik warna-warna, ada baiknya kita memahami istilah dan terminologi dalam warna yang dipakai saat ini.

Hue, adalah nilai utama dalam sebuah warna dan bagaimana mata kita melihatnya.

Saturation, merupakan ukuran perbandingan dari intensitas terhadap suatu warna.

Chroma, merupakan kemurnian dari suatu warna dimana semakin tinggi nilai chroma maka akan semakin murni.

Value, merupakan tingkat kecerahan atau brightness dari suatu warna.

Akan tetapi, Hue bagaimanapun juga akan memiliki pengaruh tingkatan terhadap Value atau tingkat kecerahan dari suatu warna itu sendiri. Jadi tanpa mencampur elemen putih, hitam ataupun abu-abu, tingkat kecerahan pada tiap warna murni juga memiliki tingkatan. Ambil contoh, warna kuning murni memiliki sifat sangat cerah, berbeda dengan dark blue. Oleh karena itu, Value atau tingkat kecerahan kuning lebih tinggi daripada dark blue. Terminologi dalam warna diatas mungkin agak membingungkan di awal, akan tetapi ketika mulai praktek maka kita akan memahami lebih jauh karena akan terlihat fungsi dari terminologi dalam warna tadi.

  1. Kategori Warna

Sebagai seorang desainer atau ilustrator, pemahaman terhadap kategori warna ini menjadi penting. Sebuah color wheels atau roda warna memiliki fungsi sebagai referensi penunjuk warna primer, warna sekunder (campuran dari dua warna primer yang bersebelahan dan bersinggungan), serta warna tersier (campuran dari warna sekunder dan primer). Roda warna ini juga berfungsi untuk mencari harmonisasi antar warna atau mencari pelengkap warna yang sebelumnya telah kita tentukan. 

  1. Ruang Warna
Jenis ruang warna yang merupakan bagian dari filosofi dan teori warna pada desain.
Jenis Ruang Warna

Untuk dapat memahami ruang warna, perlu diketahui bahwa warna dapat terbentuk dari spektrum gelombang cahaya yang dipantulkan pada sebuah benda yang kemudian ditangkap oleh mata sebagai reseptor. Sederhananya, warna tidak diproduksi oleh benda tapi hanya diserap dan spektrum warna yang tidak diserap oleh benda tersebut memantul ke reseptor. 

Lebih lanjut, klasifikasi pada warna kemudian dibagi menjadi dua yaitu Warna Cahaya / Aditif, yang merupakan penumpukan dari dua unsur warna primer (merah, hijau, biru) serta Warna Subtraktif / Bahan dimana terdapat penyesuaian atau pengaturan daya pantul dan absorpsi warna terhadap sebuah benda (warna merah dihasilkan dengan warna primer magenta (hue merah) dan kuning (hue hijau). Mencampurkan dua atau lebih cat warna pada benda atau bahan sebetulnya adalah mengurangi intensitas dan jenis warna cahaya yang terpantul oleh cat tersebut.

Hal ini kemudian yang akhirnya membedakan ruang warna yang dipakai dalam teknologi digital serta ruang warna yang dipakai dalam mewarnai suatu benda / bahan. Teknologi digital misalnya, penggunaan layar pada aplikasi desain / edit foto yang pada dasarnya dihasilkan dari sebuah cahaya, membuat klasifikasi ruang warnanya adalah RGB. Sementara pada benda atau bahan, klasifikasi ruang warnanya adalah CMYK. Dengan begitu, kita sebagai desainer dapat memahami dan memakai ruang warna sesuai kebutuhan spesifik, apakah nantinya output kita hanya ditampilkan di layar atau nantinya tersedia versi cetak juga. 

Satu hal yang perlu diingat adalah ketika menggunakan ruang CMYK maka hasilnya akan berbeda dengan RGB karena spektrum warna yang dimiliki CMYK lebih sedikit. 

  1. Key dan Kontras
Ilutrasi pada key yang merupakan bagian dari filosofi dan teori warna pada desain.
Ilustrasi Key

Terminologi dalam warna selanjutnya adalah Key dan Kontras, yang dapat memberikan komposisi yang lebih matang pada desain kita. Terdapat tiga tingkatan Nilai/Value pada Key. 

Pertama adalah High value key yang berfungsi untuk mengatur tingkat kemurnian dan kecerahan sebuah warna pada sistem koordinat warna. 

Sementara Mid value key berfungsi untuk mengatur tingkat kombinasi kecerahan pada warna.

Lalu diikuti dengan Low value key yang berfungsi untuk mengatur seberapa besar intensitas kegelapan dari warna tersebut.

Terakhir adalah Kontras, dimana pada terminologi dalam warna merupakan keberadaan warna yang memiliki tingkat kecerahan yang jauh berbeda diletakkan bersebelahan. Ketika kita mengkombinasikan tingkat kontras yang tinggi dengan Low value key, maka yang terjadi adalah efek bayangan dan dominasi kuat antara warna primer dan sekunder.

Filosofi Dibalik Warna-Warna

Setiap warna tentunya memiliki arti dan filosofi dibaliknya yang dapat merepresentasikan keberedaannya. Maka, pentingnya memahami bagian ini agar kita dapat memilih sebuah warna sesuai kebutuhan dan fungsinya. Berikut adalah warna-warna yang memiliki arti dan filosofi dibaliknya.

  1. Merah

Warna merah merepresentasikan kekuatan, gairah, bahaya, cinta serta kemakmuran. Warna merah dapat dipakai untuk menarik perhatian serta akan menghasilkan kombinasi menarik dengan warna putih atau hitam. 

  1. Biru

Warna biru melambangkan ketentraman dan ketenangan yang mewakili konteks kecerdasan dan tanggung jawab. Warna biru muda lebih merepresentasikan kedamaian serta warna biru tua merepresentasikan kedalaman dan kekuatan. Warna biru juga merupakan warna yang paling populer di dunia. Kita dapat melihat banyak perusahaan besar di dunia yang memakai warna biru agar dapat terasosiasi dengan kepercayaan.

  1. Hijau

Secara umum, warna hijau erat kaitannya dengan alam (tumbuhan dan pepohonan). Hal inilah yang kemudian membuat hijau merepresentasikan pertumbuhan dan juga pembaruan. Warna hijau juga diasosiasikan untuk “terus maju” dengan konteks dalam pengambilan tindakan. Di Amerika sendiri, hijau diasosiasikan dengan uang dan mewakili kemakmuran dan stabilitas.

  1. Kuning

Warna kuning diidentikkan dengan ceria, awet muda, penuh harapan dan positif. Karena warna ini cukup menarik perhatian, maka kuning dapat digunakan untuk mewujudkan kewaspadaan seperti merah atau oranye. 

  1. Ungu

Warna ungu merupakan gabungan dari panas dan kuatnya warna merah serta ketenangan dari warna biru. Ungu juga erat kaitannya dengan bangsawan karena secara inheren memiliki unsur gengsi dan mewah. Tidak hanya itu, warna ungu juga erat kaitannya dengan aspek spiritual dan mistis. Hal ini karena para penguasa kuno dianggap sebagai keturunan dewa.

Dalam perjalanan sejarahnya, pemilik warna ungu dulunya merupakan raja, ratu, serta sekelas penguasa lainnya yang pada saat itu merekalah yang mampu membeli warna ungu yang mahal harganya. Akan tetapi, zaman sekarang jika berkaca pada Yahoo, alasan dibalik penetapan warna ungu adalah karena itulah warna termurah yang dapat dibeli ketika mereka ingin merenovasi kantornya ketika masa awal-awal berdiri. 

Lantas penerapan warna ungu yang dirasa tepat adalah dengan mengkombinasikannya dengan warna emas untuk memberikan kesan mewah dan “wow”.

  1. Oranye

Termasuk dalam kategori warna sekunder, oranye merupakan gabungan dari panasnya warna merah serta keceriaan dan kegembiraan warna kuning. Warna ini diidentikkan dengan kesehatan, enerjik serta muda karena umumnya warna oranye merujuk pada buah jeruk. 

Kesimpulan

Setelah membaca dan memahami filosofi dan teori warna pada desain, maka harapannya kita sebagai desainer dapat memilih warna dan memadupadankannya sesuai fungsi, karakter atau identitas desain yang sedang dikerjakan. 

Kita dapat juga menggunakan palet warna sebagai referensi atau acuan dalam memadupadankan dua warna atau lebih. Hal ini berfungsi apabila kita ingin mendapatkan referensi komposisi warna dalam sebuah foto atau desain yang memiliki banyak objek. Beberapa website yang dapat dipakai adalah Colorpalettes.net, Colorhunt.co, serta Coolors.co. Apabila masih ada yang kurang jelas terkait penjabaran filosofi dan teori warna pada desain ini, silakan tulis di kolom komentar ya!

Referensi:

Baca Juga: 5 Stunning Update Digital Marketing

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top