fbpx

Dalam psikologi warna, teori warna akan menunjukkan sifat dan mood dari sebuah karya. Setiap warna yang ada memiliki psikologi warna tersendiri yang bisa menyimbolkan perasaan atau makna yang menjadi konsep dari desain mereka dalam rangka menginterpretasikan output dari sebuah karya.

Uraian psikologis diatas diperkuat dengan pemaparan yang dilansir melalui Ilmunesia oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang teori warna yang menyatakan bahwa warna bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, melainkan  dapat berpengaruh pada sikap, memegang peranan penting dalam penilaian estetik, dan turut menentukan suka tidaknya seseorang akan bermacam-macam benda atau obyek yang dilihatnya.

Ilustrasi Teori Warna.
Ilustrasi Warna.

Sementara itu, istilah teori warna menurut Louis Prang (1876) atau yang sering dikenal Prang Color Wheel, warna dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Hue, istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti kuning, merah , hijau, dan sebagainya. Value, istilah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna, dan Intensity, yang sering kali disebut chroma, dimensi yang berhubungan dengan cerah atau gelapnya suatu warna.

Teori Prang saat ini yang paling banyak digunakan dalam industri kreatif baik untuk cetak maupun digital dalam membuat desain sebab teori ini merupakan salah satu teori yang paling popular yang digunakan dan diterapkan pertama kali untuk memproduksi warna cetakan.

Teori Warna

Merah

Warna merah dalam teori warna cocok dijadikan sebagai warna aksen. Merah yang lebih cerah akan terlihat lebih energik dan merah yang lebih gelap menjadi lebih kuat dan elegan.

(+) Cinta, gairah, kekuatan, cupid, diasosiasikan dengan importance (red carpet di acara penghargaan).

(-) Api, kekerasan, peperangan, dan bahaya (lampu, rambu berhenti dan label peringatan).

Oranye

Warna oranye sering dianggap lebih ramah dan tetap mengundang perhatian namun tidak seagresif warna merah.

(+) Warna yang sangat bersemangat, perubahan, kreatifitas, energik, dan kesehatan.

(-) Diasosiasikan dengan pesimistik dan hiperaktif.

Kuning

Warna paling cerah dan berenergi. Kuning cerah bisa memberi rasa bahagia dan ceria. Kuning lembut biasanya digunakan sebagai warna netral gender untuk bayi. Kuning emas terlihat antik.

(+) Warna yang terkait dengan harapan, kebahagiaan dan sinar matahari.

(-) Diasosiasikan dengan tipu daya , bahaya (meski tidak sekuat merah), dan pengecut.

Baca Juga: No Worry! Tingkatkan Profesionalitas Bisnismu dengan 5 Website Pembuat Logo Online Amazing Ini

Hijau

Hijau cerah lebih berenergi, sedangkan hijau zaitun mewakili alam. Hijau tua adalah yang mewakili kemakmuran.

(+) Warna yang down-to-earth, calming, serta harmoni. Memvisualkan pertumbuhan baru dan menandakan pembaruan.

(-) Diasosiasikan dengan iri hati atau cemburu, dan kurangnya pengalaman.

Biru

Biru muda secara umum berarti menyegarkan dan ramah, sementara biru tua menggambarkan andalan maka sangat cocok untuk desain perusahaan karena dapat bersifat formal.

(+) Secara luas mewakili ketenangan, tanggung jawab, dan damai.

(-) Terkait dengan konserfatif, depresi, dan kesedihan dalam bahasa Inggris. Misalnya penggunaan istilah I am feeling blue. Blue dalam hal ini berarti warna biru yang melambangkan emosi atau rasa sedih.

Ungu

Ungu tua secara tradisional dikaitkan dengan kekayaan dan keluarga kerajaan. Dalam desain memberi kesan kaya dan mewah. Ungu terang (seperti lavender) dianggap lebih romantis dan diasosiasikan dengan musim semi.

(+) Untuk memvisualisasikan kreativitas dan imajinasi.

(-) Dikaitkan oleh frustasi dan impractical. Di Thailand, ungu adalah warna duka bagi janda.

Roda dalam Teori Warna

Teori Warna dalam Roda Warna
Roda Warna. Sumber: Pinterest

Roda warna atau color wheel merupakan kumpulan aturan dan pedoman yang digunakan desainer untuk berkomunikasi dengan pengguna melalui skema warna yang menarik dalam visual. Dalam roda warna ini terdapat dua jenis warna, yaitu cool tone dan warm tone. Warm tone merupakan warna yang energik, terang, dan menarik perhatian. Sedangkan warm tone merupakan warna yang memberikan impresi tenang dan mempunyai efek menenangkan.

Selain dua jenis tadi, teori warna meliputi warna-warna yang primer (merah, biru, kuning), sekunder (warna-warna yang dihasilkan dari percampuran warna-warna primer. Misal, biru dan kuning menghasilkan warna hijau), dan warna tersier (warna yang dihasilkan dari campuran satu warna primer dengan satu warna sekunder dalam sebuah ruang warna. Misal, pencampuran warna violet dan biru menghasilkan warna blue-violet).

Cara Penggunaan Roda Warna

  • Complementary: Merupakan warna yang berseberangan langsung di roda. Contohnya, merah – hijau, kuning – ungu, biru – oranye.
  • Analogous: Merupakan warna yang saling bersampingan pada roda warna. Contohnya, merah – merah muda, oranye.
  • Triadic: Penggunaan warna ini membentuk tiga warna yang diberi jarak yang sama di sekitar roda warna dengan bentuk segitiga sama sisi. Contohnya, hijau – ungu – oranye.
  • Split Complementary: Mirip seperti triadic, warna ini membentuk segitiga sama kaki dengan memilih satu warna dan kemudian dua warna di setiap sisi pelengkap. Contohnya, hijau muda – hijau tua – merah.
  • Tetradic: Berisi empat warna yang merupakan dua set pelengkap. Teori warna dalam penggunaannya dapat membantu kita mendapatkan variasi warna dan harmonisasi yang baik antara warm tone dan cool tone yang membentuk rectangle atau persegi panjang. Misal, kuning – hijau – ungu – merah.
  • Monochromatic: Biasanya monokrom sering diibaratkan sebagai warna hitam putih. Padahal, warna monokrom terdiri dari satu jenis warna dengan gradasinya. Bisa merah, hijau, ungu, dan lainnya yang dimulai dari warna terang ke warna yang lebih gelap. Kamu dapat mempadupadankan penggunaan warna ini pada desain apapun untuk menghasilkan gradasi warna yang baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top