fbpx

Pernahkah kalian mendengar istilah Black Hat SEO dan White Hat SEO? Pada dasarnya kedua istilah itu merujuk pada seseorang yang sedang memaksimalkan Search Engine Optimization (SEO) namun dengan cara yang berseberangan. Keduanya bekerja untuk memaksimalkan peringkat SEO mereka dengan banyak faktor yang meliputinya. Namun, salah satu di antaranya melakukan cara yang tidak diperbolehkan oleh mesin pencari.

Memaksimalkan website agar dapat diindeks oleh mesin pencari merupakan salah satu pekerjaan yang cukup rumit dalam dunia digital. Mereka berjibaku dalam banyak faktor yang harus dipenuhi jika website yang mereka maksimalkan ingin ditampilkan pada halaman pertama mesin pencari, khususnya Google. Hal ini karena mesin pencari Google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet saat ini.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui siapa sebenarnya Black Hat SEO dan White Hat SEO serta apa saja perbedaan-perbedaan yang meliputinya. Simak terus ulasan Bootsol di bawah ini!

Pengertian SEO

Ilustrasi Algoritme SEO

SEO atau yang dikenal dengan kepanjangan Search Engine Optimization pada umumnya merupakan upaya meningkatkan web traffic ke suatu situs web dari mesin pencari. Kegiatan meningkatkan lalul lintas situs web ini erat kaitannya dengan mesin pencari yang memiliki algoritme-algoritme tertentu dalam mengindeks hingga menampilkan halaman hasil mesin pencari. SEO juga kerap dikaitkan dengan sistem pencarian organik atau tidak berbayar yang memanfaatkan banyak faktor yang akhirnya ditentukan oleh sebuah algoritme mesin pencari.

Mesin pencari kemudian harus mengkombinasikan hasil pencariannya antara pencarian organik dan berbayar agar para pengguna mendapatkan apa yang mereka cari paling relevan. Oleh karen itu, suatu algoritme dalam mesin pencari sangat berguna dalam menentukan jalan tersebut.

Algoritme dalam mesin pencari bertugas untuk menentukan kualitas website, hasil lokasi, tipe query, dan lain-lain untuk menentukan situs website mana yang paling relevan terhadap pengguna berdasarkan kata kunci yang dicari. Dalam hal ini, penting bagi kita sebagai pemiliki situs web misalnya untuk memahami SEO agar dapat memaksimalkan faktor-faktor algoritme mana yang perlu dimaksimalkan.

Meskipun mesin pencari Google yang saat ini paling banyak digunakan oleh sebagian besar pengguna internet telah melakukan pembaruan sistem secara berkala, namun masih saja terdapat beberapa kecurangan terhadap sistem Google tersebut. Seperti halnya Black Hat SEO yang secara sengaja memanipulasi sistem algoritme Google dengan tujuan menaikkan peringkat SEO situs websitenya dan tidak patuh terhadap aturan Google.

Lalu, apa saja yang dilakukan para SEO Topi Hitam dalam mengoptimasi situs websitenya dan apa dampak dari ketidakpatuhan tersebut? Berikut penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Wonderful 7 Kegunaan SEO Dalam Website Yang Harus Kita Ketahui

Black Hat SEO

Ilustrasi Black Hat SEO (Sumber: coriate.com)

Black Hat SEO atau SEO Topi Hitam merupakan orang yang melakukan pengoptimasian pada situs web tertentu namun dengan cara yang tidak dibenarkan oleh mesin pencari atau melakukan penipuan. Para SEO Topi Hitam tidak mengoptimasi dengan berorientasi pada pengguna, melainkan hanya ingin agar situs webnya mendapatkan peringkat dari mesin pencari. Hal inilah yang membuat kualitas sebuah website yang dioptimasi oleh Black Hat SEO menjadi kurang memuaskan dan natural.

Mereka para SEO Topi Hitam selalu memiliki dan mencari celah setiap kali Google atau mesin pencari lainnya melakukan pembaruan berkala. Salah satu cara yang paling umum mereka lakukan adalah dengan menyamarkan teks pada background website. Namun, masih terdapat beberapa teknik yang mereka lakukan seperti yang akan dijelaskan berikut.

Beberapa Teknik Black Hat SEO

Terdapat beberapa cara yang melanggar aturan pedoman SEO yang oleh mesin pencari seperti Google terbitkan. Hal itu dilakukan lantaran ingin memaksimalkan web traffic hingga dua kali lipat tanpa memberikan kualitas web dan konten yang bagus. Berikut beberapa cara yang sering dilakukan para SEO Topi Hitam.

1. Teks Tersembunyi

Teks tersembunyi oleh Black Hat SEO
Contoh Teks Tersembunyi (Sumber: medium.com)

Menurut Semrush, teks tersembunyi merupakan teks yang dibuat sedemikian rupa dengan warna yang menyerupai background dengan maksud menyembuyikannya dari pengguna. Para Black Hat SEO biasanya menaruh teks tersembunyi di belakang gambar hingga di luar layar. Hal ini dilakukan mengingat algoritma mesin pencari pada dasarnya membaca dan mengindeks situs-situs website yang memiliki kata kunci paling relevan yang akan ditampilkan pada halaman hasil mesin pencari atau search engine result page (SERP).

Tetapi seiring pembaruan sistem yang secara berkala dilakukan oleh mesin pencari, maka hal tersebut cukup mudah untuk dideteksi. Mesin pencari telah dapat mengenal beberapa hal yang sifatnya spam yang dilakukan oleh Black Hat SEO.

2. Keyword Stuffing

Nilai SEO suatu website salah satunya ditentukan oleh kerapatan kata kunci yang tepat. Namun banyak Black Hat SEO yang menaruh begitu banyak kata kunci dalam konten yang mereka tulis. Hal ini tentu membuat kualitas suatu konten di website menjadi kurang baik dan tidak enak dibaca.

Bahkan dengan terlalu seringnya mengulangi kata kunci dapat menurunkan skor SEO suatu konten. Oleh karena itu, para Black Hat SEO selalu mencari cara untuk dapat menyisipkan kata kunci di beberapa bagian dalam kontennya. Tetapi hasilnya pun saat ini dapat dideteksi oleh algoritma mesin pencari yang semakin canggih.

3. Cloaking

Cloaking atau penyelubungan merupakan suatu cara yang dilakukan Black Hat SEO untuk mendistori peringkat pada mesin pencari dengan membuat konten cloak. Hal ini tentu merupakan cara yang ilegal yang tidak diperkenankan oleh mesin pencari.

Para SEO Topi Hitam mencoba menyelubungkan isi konten yang tidak sesuai dengan apa yang mereka tampilkan kepada pengguna. Jadi, sistem crawler mesin pencari membaca dan mendapatkan data yang benar-benar berbeda dengan konten yang disajikan kepada pengguna.

Beberapa contohnya seperti, menampilkan kata kunci hanya ketika bot mesin pencari meminta halaman situs web namun bukan ketika para pengguna yang meminta halaman tersebut. Selain itu, Black Hat SEO berusaha menampilkan halaman teks HTML ketika bot mesin pencari meminta halaman, namun sebenarnya konten yang disajikan ialah berupa gambar atau file flash.

4. Konten Duplikat

Seperti namanya, konten duplikat merupakan konten yang dibuat secara sama persis dengan konten yang terdapat di domain lain. Konten ini merupakan hasi copy-paste atau memplagiasi konten orang lain. Para Black Hat SEO melakukan cara ini agar konten yang terdapat di websitenya memiliki skor SEO yang tinggi secara instan.

Namun, hal ini semakin sulit dilakukan sebab mesin pencari seperti Google misalnya lebih menyukai konten yang unik dan berkualitas baik. Unik yang dimaksud adalah tidak memiliki kesamaan dengan konten yang terdapat di domain lainnya. Selain itu juga konten yang berkualitas baik adalah konten yang mengikuti kaidah-kaidah aturan yang telah ditetapkan oleh Google.

5. Komentar Spam

Ilustrasi mendapatkan komentar spam
Ilustrasi mendapatkan komentar spam

Komentar spam merupakan salah satu teknik favorit yang dilakukan Black Hat SEO. Teknik ini memungkinkan mereka berkomentar di banyak domain dengan menyertakan backlinks. Namun links yang mereka sertakan seluruhnya merupakan “nofollow” links yang mana tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan skor SEO. Hal ini juga dinilai sebagai cara yang sia-sia.

Meskipun demikian, jika suatu website terkena komentar spam oleh Black Hat SEO akan mengurangi kualitas konten di mata pengguna. Hal ini juga dapat dinilai oleh Google sebagai suatu yang spam meskipun bukan kita yang menulis komentar tersebut. Oleh karena itu penting untuk kita mencegahnya dengan beberapa plugin antispam yang tersedia untuk mencegah hal itu terjadi.

Apa yang Terjadi Bila Menggunakan Teknik Black Hat SEO?

Orang yang melakukan teknik Black Hat SEO akan memiliki resiko yang tinggi bagi situs websitenya. Cepat atau lambat algoritme mesin pencari yang selalu diperbarui secara berkala akan mendeteksi adanya indikasi spam terhadap teknik-teknik tersebut.

Meskipun dapat meningkatkan peringkat SEO secara instan, namun mesin pencari seperti Google bahkan dapat memberi hukuman jika domain yang melakukan teknik Black Hat SEO terdeteksi. Skenario paling buruk yang didapat dari melakukan teknik ini adalah penurunan peringkat pada halaman hasil mesin pencari dan bahkan penghapusan permanan pada situs web.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus membuat konten yang unik dan bebas dari plagiasi. Konten yang demikian akan membuat mesin pencari seperti Google akan memberi peringkat sesuai dengan kualitas dari halaman dan domain tersebut. Berikut akan dijelaskan mengenai White Hat SEO yang baik digunakan untuk mengahsilkan konten yang berkualitas.

White Hat SEO

White Hat SEO
White Hat SEO

SEO Topi Putih merupakan sebuah pendekatan yang berbeda jika dibandingkan dengan SEO Topi Hitam. SEO Topi Putih memungkinkan memaksimalkan faktor-faktor penentu SEO mesin pencari sesuai dengan algoritme yang terus diperbarui. Mereka juga mengikuti anjuran yang telah disediakan oleh mesin pencari untuk memaksimalkan peringkat dalam halaman hasil mesin pencari.

Lalu, apa saja teknik-teknik yang dilakukan oleh White Hat SEO dalam memaksimalkan skor SEO dan menghasilkan konten yang berkualitas. Berikut akan dijelaskan beberapa teknik SEO Topi Putih.

1. Riset Kata Kunci

Semrush, salah satu penyedia jasa riset keyword (Sumber: semrush.com)

Setiap kali para SEO Topi Putih ingin membuat suatu konten yang menarik dan berkualitas, mereka memulainya dengan melakukan riset kata kunci. Riset ini penting dan merupakan hal yang paling mendasar sebelum melakukan penulisan pada konten yang dipilih. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak calon lalu lintas web yang akan didapatkan dari pemilihan kata kunci yang tepat.

Teknik ini juga bertujuan untuk mengetahui kata kunci apa yang sedang banyak dicari oleh pengguna. Sehingga penulis konten akan dapat menargetkannya dengan baik.

Saat ini terdapat website penyedia layanan riset kata kunci yang cukup instan seperti Semrush, Ahrefs, Ubersuggest, Moz, dan lain-lain.

2. Kualitas Konten

Salah satu teknik yang terpenting bagi White Hat SEO adalah dengan cara membuat konten yang berkualitas. Seperti apa konten yang berkualitas itu? Mesin pencari selalu membaca dan mencari situs website mana yang menyediakan konten yang berkualitas, sehingga nantinya akan diperingkat sesuai dengan relevansi kata kunci tertentu.

Menurut backlinko.com, menulis konten yang baik setidak harus memiliki tiga fitur utama seperti jumlah kata-kata dalam suatu konten, memuaskan niat pengguna, dan membuat pengalaman membaca yang luar biasa. Beberapa hal tersebut tentu tidak dilakukan bagi mereka yang memutuskan untuk menggunakan teknik Black Hat SEO.

Penulis konten pada dasarnya harus mengutamakan sisi pembaca sebagai pengguna jika ingin kontennya dapat dikatakan menarik. Hal tersebut juga sangat disarankan oleh mesin pencari Google agar memberikan pengalaman pengguna sebaik mungkin. Dengan begitu skor SEO situs web kita akan naik.

3. Membangun Tautan

Membangun tautan atau link building merupakan teknik yang cukup penting yang selalu dilakukan para White Hat SEO. Meskipun dianggap sepele, namun membangun tautan yang berkualitas dapat meningkatkan skor SEO suatu situs web dengan signifikan.

Hal ini juga jelas dapat meningkatkan skor otoritas halaman dan domain kalian jika tautan yang kalian sertakan merupakan tautan yang relevan dan berkualitas. Namun, beberapa tahun ke belakang terdapat teknik Black Hat SEO yang menyalahgunakan teknik ini dengan membangun tautan secara tidak natural.

4. Mobile Friendly

Ilustrasi pengguna ponsel
Ilustrasi pengguna ponsel

Banyaknya pengguna ponsel yang terhubung dengan internet memungkinkan mesin pencari semacam Google seakan memaksa jika situs website ingin mendapatkan skor SEO tinggi, maka harus mobile friendly. Hal ini agar banyak pengguna ponsel merasa puas dengan kualitas website itu sendiri.

Oleh karena itu para White Hat SEO selalu memaksimalkan hal ini agar situs website mereka dapat tampil di halaman hasil mesin pencari. Pembaruan yang menjadikan mobile friendly ini cukup penting bagi Google adalah pembaruan Mobilegeddon pada 2015.

Hal yang perlu diperhatikan agar situs web ramah ponsel adalah dengan meninjau apakah ada bagian yang terpotong dari website itu. Selain itu juga White Hat SEO perlu memerhatikan jika situs website tersebut menggunakan iklan interstisial yang cukup mengganggu nantinya.

5. Technical SEO

Technical SEO atau SEO Teknis merupakan salah satu hal yang perlu White Hat SEO selalu optimasi. Hal yang paling penting diperhatikan adalah kecepatan situs dalam memuat halaman. Oleh karena itu, jika suatu situs tidak memiliki kecepatan memuat halaman yang cukup baik maka skor SEO-nya tidak begitu maksimal.

Biasanya White Hat SEO selalu mengoptimasi gambar-gambar atau video yang dilampirkan di konten mereka. Semakin kecil ukuran gambar dan video makan kecepatan untuk dimuat oleh situs web semakin cepat juga. Hal ini tentu tidak dilakukan oleh mereka yang menjalankan teknik Black Hat SEO.

SEO teknis ini pada dasarnya membantu algoritme mesin pencari menilai kualita situs web yang nantinya akan ditampilkan pada halaman hasil mesin pencari. Banyak SEO Topi Putih menggunakan platform seperti Google Console untuk mengetahui dan mendeteksi kemungkinan-kemungkinan error yang selanjutkan akan bisa lebih dioptimasi.

Keuntungan Melakukan Teknik White Hat SEO

Melakukan cara optimasi yang legal merupakan sebuah keharusan bagi pengembang web dan penulis konten. Selain itu mereka juga akan mendapatkan keutungan dari memanfaatkan teknik SEO yang legal.

Keuntungan pertama di antara yang lainnya adalah mendatangkan banyak web traffic secara murni. Artinya, para pengunjung yang mendatangi situs web yang melakukan teknik SEO Topi Putih benar-benar tertarik membaca isi kontennya. Berbeda dengan teknik SEO Topi Hitam yang mendatangkan lalu lintas web yang sifatnya sementara, SEO Topi Putih lantaran mendatangkannya secara permanen.

Keuntungan kedua dari melaiukan White Hat SEO adalah bebas dari resiko hukuman mesin pencari. Ya, semua orang pasti senang jika mereka terbebas dari setiap ancaman hukuman. Penulis konten juga akan secara otomatis mereasa lebih tenang dan lega dengan konten yang mereka tulis. Dengan begitu dapat menaikkan rasa percaya diri terhadap karya yang mereka tulis.

Keutungan ketiga yaitu meskipun algoritme mesin pencari selalu diperbarui secara berkala, tetapi website yang menggunakan White Hat SEO akan tetap relevan atas kata kunci-kata kunci yang relevan. Pengguna akan tetap mendapatkan hasil yang baik dalam halaman hasil mesin pencarian dan juga meningkatkan pengalama pengguna.

Baca juga: Inilah 8 Cara SEO Friendly Yang Bisa Kalian Pakai Untuk Website Kalian. Try It And See The Results

Nah, itulah beberapa penjelasan singkat mengenai Black Hat SEO dan White Hat SEO yang telah Bootsol sajikan. Tentunya Bootsol berharap jika kalian ingin menulis sebuah konten di website, tentunya gunakan dan jadilah White Hat SEO ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top