fbpx
Makin Meresahkan! 3 Bahaya Deepfake yang Perlu Anda Ketahui dan Bagaimana Mendeteksinya
Source: Detik.com

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi Artificial Intelligence (AI), mungkin Anda sudah pernah dengar tentang Deepfake. Meski belum begitu populer di Indonesia, bahaya deepfake siap menyambut cyberspace dunia termasuk Indonesia.

Deepfake adalah media sintetis untuk memanipulasi visual atau audio menggunakan salah satu bentuk AI yang dinamakan “deep learning”. Terdapat beberapa contoh dari deepfake yang seketika menjadi viral di dunia maya, contohnya video Barack Obama berkata kotor kepada Donald Trump, video TikTok dari aktor Hollywood Tom Cruise, serta cuplikan K-Drama Startup yang dimanipulasi menggunakan salah satu member girl group Twice. Ketiganya menjadi menjadi viral di dunia maya karena betapa meyakinkannya video-video tersebut.

Untuk itu, Bootsol merangkum bahaya deepfake yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga: 5 Prediksi Tren Teknologi Remarkable 2021

Bahaya Deepfake

1. Pornografi

Kebanyakan video deepfake yang viral di dunia maya adalah video untuk hiburan semata. Namun dilansir dari Guardian, deepfake sangat umum digunakan untuk pornografi. Menurut sebuah firma Deeptrace asal Amerika Serikat, terdapat 15.000 video deepfake yang berada di internet. Artinya, penggunaan deepfake telah meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Namun terdapat fakta mengejutkan dimana 96% dari video deepfake tersebut adalah video porno. 99% dari video deepfake pornografi tersebut mengganti pemeran film porno yang sesungguhnya menjadi wajah selebriti wanita. Hal inilah yang membuat Danielle Citron, seorang Profesor Hukum asal Boston University berpendapat bahwa teknologi deepfake akan menjadi senjata yang menyerang perempuan.

2. Pemalsuan Identitas

Makin Meresahkan! 3 Bahaya Deepfake yang Perlu Anda Ketahui dan Bagaimana Mendeteksinya
Source: Global Investigative Journalism Network

Apakah deepfake hanya berlaku untuk video? Tentunya tidak. Teknologi ini juga dapat memanipulasi gambar, suara, hingga tulisan tangan. Sebuah kasus aneh dapat menjadi contoh kasus bahaya deepfake. Terdapat sebuah akun media sosial dari seorang jurnalis senior Bloomberg bernama Maisy Kinsley yang ternyata palsu. Kabar ini mulai terdengar setelah ahli cybersecurity dari Rusia mengungkapkan bahwa foto profil LinkedIn dan Twitter dari “jurnalis senior ini” adalah hasil deepfake-generated profile photo. Terdapat klaim bahwa akun ini digunakan oleh mata-mata asing untuk menarik warga negara Amerika Serikat.

3. Penipuan (Scam)

Makin Meresahkan! 3 Bahaya Deepfake yang Perlu Anda Ketahui dan Bagaimana Mendeteksinya
Penipuan menggunakan deepfake

Bahaya deepfake lainnya adalah penipuan atau scam. Sebuah kasus datang dari sebuah perusahaan di Inggris yang merupakan anak perusahaan Firma Energi Jerman harus menelan kerugian sebesar £200.000 setelah seseorang yang bersuara mirip dengan CEO perusahaan induk di Jerman meminta transfer sejumlah uang ke akun Bank Hungaria melalui sambungan telepon. Pihak asuransi yakin bahwa suara penelpon adalah hasil deepfake, namun hingga kini bukti tersebut belum pasti.

Tak hanya menargetkan perusahaan, tentu saja penipuan juga dapat menargetkan siapa saja termasuk Anda. Sudah mulai beredar kasus penipuan atau scam yang melibatkan deepfake dalam praktiknya. Contohnya adalah kasus dimana penipu mengirim foto anggota keluarga korban (hasil deepfake) yang dibuat seolah mengalami kecelakaan atau terjerat kriminal. Lalu korban akan diarahkan untuk mengirim uang ke rekening penipu. Bahaya deepfake yang satu ini tentunya sangat berbahaya karena foto hasil deepfake yang dikirim akan lebih meyakinkan korban jika dibandingkan penipuan biasa.

Bahaya deepfake dimasa yang akan datang tampaknya begitu nyata sehingga Pemerintah China memanggil perwakilan dari 11 raksasa teknologi termasuk Alibaba, ByteDance, dan Tencet untuk berdiskusi mengenai penggunaan teknologi deepfake di dalam konten mereka. Cyberspace Administration China dan kementerian keamanan publik mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membicarakan ‘asesmen keamanan’ dan potensi bahaya yang berasal dari teknologi deepfake dan aplikasi audio sosial. Namun sayangnya, hingga kini Pemerintah Indonesia belum melakukan pembahasan apapun mengenai teknologi deepfake.

Baca Juga: Bahas Tuntas Tiktok vs Instagram: Mana yang Paling Popular di Tahun 2021

Bagaimana Mengetahui Hasil Deepfake?

Makin Meresahkan! 3 Bahaya Deepfake yang Perlu Anda Ketahui dan Bagaimana Mendeteksinya
Source: ggwp.id

Terdapat beberapa cara untuk mengetahui sebuah video atau foto adalah hasil dari teknologi deepfake. Yang pertama, dalam video hasil deepfake, subjek di dalam video tidak dapat berkedip secara normal. Hal ini dikarenakan gambar yang digunakan adalah gambar saat subjek membuka mata sehingga algoritma deepfake tidak diprogram untuk membuat mata berkedip.

Deepfake dengan kualitas rendah lebih mudah untuk dideteksi karena gerakan bibir tidak sinkron serta tone warna dan tekstur kulit terlihat tidak rata. Selanjutnya, detail-detail kecil seperti rambut juga cukup sulit untuk diubah. Maka dari itu, deepfake yang buruk akan memperlihatkan detail rambut yang cacat.

Saat ini, meski siapapun bisa membuatnya, penggunaan teknologi deepfake masih cukup sulit untuk dibuat menggunakan komputer standar. Diperlukan high-end desktop dengan graphic card yang powerful. Hal ini dapat mempersingkat waktu pembuatan yang awalnya berhari-hari menjadi hitungan jam. Dalam pembuatannya, juga diperlukan keahlian khusus terutama untuk mengurangi flicker dan mendeteksi cacat lainnya. Namun sudah terdapat beberapa tool dan aplikasi yang mempermudah pembuatan deepfake. Contohnya adalah deepfake app asal China bernama Zao. Aplikasi ini dapat membuat deepfake dengan menggunakan cuplikan adegan film hollywood atau acara televisi.

Itulah bahaya deepfake yang perlu Anda ketahui dan bagaimana untuk mendeteksi hasil deepfake. Bagaimana menurut Anda? Silahkan tulis di kolom komentar.

Baca Juga: 2021 Masih Belum Buat Blog? Ini Beragam Manfaat Blog untuk Bisnis yang Powerful

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top