fbpx

Baru-baru ini, tanah air dihebohkan dengan peluncuran layanan jaringan internet generasi kelima atau 5G di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, jaringan internet terkini yang dipakai di Indonesia adalah Jaringan 4G dengan kecepatan pemakaian jaringan pada saat ini berada di kisaran 20-30mbps dengan ping atau latensi sekitar 17ms dan jitter sekitar 13ms. Akan tetapi, hadirnya jaringan 5G ini telah menggemparkan jagad Indonesia dengan kelebihan dalam segi kecepatannya yang jauh dibandingkan dengan 4G. Pada tanggal 27 Mei 2021, Telkomsel sebagai salah satu perusahaan penyedia jaringan, telah meluncurkan akses jaringan 5G di Indonesia.

Tentunya hal ini merupakan suatu hal yang positif dan menandakan gerbang menuju Artificial Intelligence, Augmented Reality, Internet of Things dan semua yang berhubungan dengan internet akan berubah. Namun apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari pemakaian jaringan 5G di Indonesia, khususnya pada masa awal transisi jaringan seperti ini? Simak paparan dibawah ini ya!

Perbedaan Cara Kerja Jaringan 4G dengan 5GCara jaringan 4G bekerja memancarkan sinyal

Cara kerja jaringan 4G. Sumber: Ericsson.com 

Gambar diatas merupakan analogi yang dijelaskan oleh Ericsson bagaimana sebuah jaringan 4G bekerja dan saling bertukar data dengan pengguna smartphone. Jaringan 4G ini mengirimkan sinyal gelombang radio secara terbuka (dipancarkan bebas), tidak terdedikasi. Hal inilah yang membuat apabila banyak pengguna smartphone sedang mengakses internet pada titik yang sama, jaringan internet akan terpengaruh kecepatannya menjadi turun, bahkan di titik tertentu bisa sampai lag. Tidak sampai disitu, sinyal juga akan berkurang jauh apabila dalam kerumunan karena kapasitas yang memang lebih terbatas dibandingkan dengan 5G.

Tentu jika berbicara hal ini maka ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi, namun yang paling signifikan adalah kecepatan atau speed ketika mengakses internet. Menurut Ericsson, para pengembang 5G yang tergabung dalam 3GPP atau The Third Generation Partnership Project, kecepatan menjadi salah satu faktor yang penting bersama dengan kapasitas. Seperti dilansir dari situs laman Ericsson, meningkatnya kecepatan dan kapasitas ini seiring dengan peningkatan pertumbuhan lalu lintas data yang mencapai 60% per tahun. Hal ini bertujuan agar jika para pengguna jaringan berada pada satu titik kerumunan, pertukaran data yang terjadi bisa dioptimalkan kecepatannya karena tidak mengganggu pertukaran data pengguna lain dalam titik yang sama.

Cara kerja jaringan 5G

 

Cara kerja jaringan 5G. Sumber: Ericsson.com

Gambar diatas menunjukkan ilustrasi apa yang terjadi pada jaringan 5G, dimana pemancar jaringan akan melakukan proses pertukaran data secara spesifik dengan masing-masing pengguna sehingga semakin banyak orang yang dapat mengakses internet dan bertukar data dalam satu tempat/kerumunan. Hal tersebut pastinya juga akan berpengaruh terhadap kecepatan dari jaringan ini sendiri, karena ibaratnya masing-masing punya jalur khusus sendiri jadi tidak perlu lagi antri.

Keunggulan Jaringan 5G

Perbedaan kecepatan jaringan 4G dan 5G

Kecepatan jaringan 5G di Bandara Soekarno Hatta. Sumber: Detikinet

Pada poin ini, tentu saja yang dinanti-nanti dan memang telah terbukti adalah peningkatan kecepatan yang luar biasa dibandingkan dengan 4G. Namun, untuk penerapannya sendiri masih terbatas pada lokasi atau titik-titik yang mendukung layanan jaringan 5G di Indonesia. Untuk area Jabodetabek terdapat di Bandara Soekarno Hatta, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelapa Gading, Kuningan Barat, Pondok Indah, BSD dan Alam Sutera.

Melansir dari situs laman Detikinet, Uji kecepatan yang telah mereka lakukan memiliki hasil yang variatif dari segi unduh (download) yang berkisar antara 245Mbps sampai 672Mbps dan kecepatan unggah (upload) yang berkisar antara 46,9Mbps sampai 85,2Mbps. Latensi atau ping yang tertera dalam hasil pengujian menunjukkan angka 16ms terendah dan tertingginya mencapai 67ms. Semakin rendah angka latensi tentunya semakin baik dalam hal perjalanan data dari asal sampai tujuan.

Paragraf sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Lantas, keunggulan apa lagi yang bisa kita dapatkan? Karena Indonesia masih termasuk dalam tahap awal perkenalan dengan jaringan ini, maka kita bisa mencari tahu provider mana saja yang sedang dan akan memakai jaringan 5G ini. Tanggal 27 Mei 2021 menjadi salah satu hari bersejarah bagi Telkomsel, karena Telkomsel lah yang menjadi pionir dalam pemakaian jaringan 5G di Indonesia.

Dikutip dari kanal YouTube Telkomsel, Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, menyatakan bahwa kesiapan yang telah mereka lakukan berawal pada tahun 2017 yaitu live demo 5G, lalu di 2018 ada trial 5G di Asian Games serta pada 2019 mengadakan trial 5G for the industry 4.0 di Batam serta berkolaborasi dengan instansi pemerintah beserta stakeholder nya. Semua hal tersebut dilakukan demi terciptanya suatu ekosistem jaringan 5G di Indonesia. Manfaat yang diberikan oleh Telkomsel pun juga cukup menggiurkan.

Sebagai harga perkenalan, Rachel Goh sebagai Direktur Marketing Telkomsel, menyatakan bahwa pelanggan terpilih yang sudah diundang dapat membeli paket 5G di harga Rp 26 ribu untuk kuota sebesar 126GB. Selanjutnya, Telkomsel menyatakan bahwa layanan 5G dapat dibeli dengan harga Rp 260 ribu untuk kuota sebesar 126GB yang memang sama dengan kuota harga early bird. Apakah murah atau mahal? Silakan dijawab sendiri, seperti yang dikutip dari penuturan Rachel Goh.

Kelemahan Jaringan 5G

Kelemahan jaringan 5G di Indonesia

Berbicara mengenai kelemahannya, dalam hal ini lebih kepada penerapannya di Indonesia, ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan lebih apabila kita ingin menikmati jaringan generasi kelima ini. Pertama adalah provider / penyedia jaringan, dimana saat ini baru ada satu perusahaan penyedia jaringan 5G yaitu Telkomsel.

Hal tersebut membuat keterbatasan penggunaan jaringan 5G di Indonesia yang bergantung pada titik-titik tertentu. Di Jakarta sendiri, Telkomsel telah menyiapkan tujuh titik jaringan 5G yaitu di Bandara Soekarno Hatta, Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, Kuningan Barat, Pondok Indah, BSD serta Alam Sutera.

Untuk area di luar jabodetabek pun masih terbatas pada beberapa kota saja. Dilansir dari laman resmi Telkomsel, jaringan 5G telah ada di beberapa kota di Indonesia yaitu Bandung, Surabaya, Solo, Medan, Denpasar, Makasar, Kepulauan Riau dan Balikpapan. Perlu waktu sampai semua infrastruktur di kota-kota di Indonesia siap untuk bergeser menuju jaringan 5G. Maka dari itu, jika kita memutuskan menggunakan jaringan 5G, pikirkan lagi jangkauan area layanan nya ya.

Kemudian, faktor yang perlu dipertimbangkan lainnya adalah perangkat smartphone nya. Saat ini perangkat telepon pintar yang dapat mendukung jaringan layanan 5G masih terbatas jumlahnya, dan tentunya juga harga smartphone ini yang bisa dikatakan cukup mahal untuk pasar Indonesia. Dilansir melalui laman resmi Telkomsel sendiri, yang saat ini bertindak sebagai satu-satunya penyedia jaringan 5G, menyatakan bahwa ponsel yang kita miliki harus kompatibel dengan frekuensi 2.300MHz.

Lantas ponsel apa saja kah yang sudah mendukung jaringan 5G di Indonesia? Dilansir dari Tribun Tekno menyatakan bahwa sebuah ponsel dapat beroperasi di jaringan 5G high bands dengan frekeuensi 24GHz-40GHz, pada jaringan mid bands dengan frekuensi 1GHz-6GHz dan 3,5GHz-6GHz, kemudian di jaringan low bands dengan frekuensi di bawah 1GHz.

Daftar Ponsel yang Dapat Digunakan Pada Layanan Jaringan 5G:

Tipe Smartphone yang mendukung jaringan 5G di Indonesia

  • Apple iPhone 12/12 Pro
  • Huawei Nova 7
  • Huawei Mate 40 Pro/Mate 40 Pro+
  • Oppo Reno 5 5G
  • Oppo A74 5G
  • Realme X50 Pro 5G
  • Samsung Galaxy S21 5G
  • Samsung Galaxy A32 5G
  • Vivo X50 Pro
  • Vivo V21 5G
  • Xiaomi Poco M3 Pro 5G
  • Xiaomi Mi 11
  • Xiaomi Poco F3

Nah, itu tadi kelebihan dan kekurangan dari jaringan 5G di Indonesia. Tentunya kalian dapat menimbang-nimbang lagi untuk saat ini apakah sudah perlu jaringan 5G? Kalaupun perlu, apakah akan terus dapat sinyal 5G? Kalau kamu ada di titik yang disebutkan diatas, then you are good to go! Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah biaya paket data internet nya, apakah layak untuk dibeli? Pilihannya ada pada kalian. Be smart and wise ya!

Baca juga: 6 tips mengatasi laptop lemot.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top