fbpx
penemuan yang berasal dari indonesia

Teknologi sangat membantu untuk manusia. Banyak penemuan-penemuan yang berasal dari Indonesia. Tidak sedikit penemuan yang berasal dari Indonesia. Dengan mengembangkan teknologi-teknologi yang bisa bermanfaat bagi umat manusia. Indonesia juga tak kalah mengeluarkan penemuan-penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Berikut adalah penemuan yang berasal dari Indonesia:

Jaringan 4G

Tak disangka-sangka bahwa penemuan yang digunakan oleh banyak orang ini adalah penemuan yang berasal dari Indonesia. Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah orang yang menemukan serta memegangn hak paten dari teknologi 4G berbasis Orthogonal Frequence Division Multiplexing (OFDM). lulus pada tahun 2000 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005.

Prof. Dr. Khoirul Anwar terinspirasi dari Dragon Ball, anime dari negeri Sakura, Jepang. Saat tokoh utama Son Goku mengeluarkan jurus “Genkidama” atau juga bisa disebut dengan “Spirit Ball”. Son Goku akan mengambil energi dari setiap mahluk hidup yang ada di alam dan menghasilkan “Genkidama” dengan energi yang luarbiasa. Khoirul mengatakan bahwa konsep itu ia turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitiannya kepada VIVAnews melalui emailnya pada Jumat, 12 Agustus 2010.

Pondasi Cakar Ayam

Pondasi untuk bangunan yang biasa berdiri di atas tanah lembek atau berawa. Pondasi cakar ayam ditemukan oleh Prof. Ir. Sedyatmo, Dr. HC, lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang dikenal dengan Institut Teknologi Bandung atau ITB). Pondasi cakar ayam sangat cocok untuk digunakan landasan Pelabuhan udara, jalan raya, jalan kereta api, bangunan, dengan daerah yang memiliki struktur tanah yang lembek atau tanah berawa. Pondasi ini dapat unggul karena dapat menopang bobot bangunan ditanah yang lembek atau tanah berawa. Sedyatmo menemukan pondasi cakar ayam ini pada tahun 1961.

Baca Juga: Perbedaan Virtual Reality dan Augmented Reality

Breast Cancer Electro Capacitive Therapy

Penemuan yang berasal dari Indonesia selanjutnya adalah breast cancer electro capacitive therapy. breast cancer electro capacitive therapy ditemukan oleh Dr. Warsito P. Taruno, M.Eng atas dorongan untuk menyembuhkan kakaknya yang bernama Suwarni. Suwarni terkena kanker payudara stadium 4. Bentuknya menyerupai bra dengan di dalamnya ada aliran listrik statis dengan baterai yang bisa di charge. Setelah Warsito menemukan breast cancer electro capacitive therapy, Suwarni mengenakan alat ini 24 jam selama 1 bulan. Minggu pertama mengenakan alat ini, Suwarni merasakan efek sampingnya, tetapi tidak separah proses kemoterapi. Setelah sebulan mengenakan breast cancer electro capacitive therapy, hasil tes laboratorium Suwarni menunjukan bahwa Suwarni negatif Kanker.

Tiang Penyangga Jalan Layang (Sosrobahu)

Tiang penyangga jalan layang atau sosrobahu merupakan salah satu temuan yang berasal dari Indonesia. Penemu tiang penyangga jalan layang adalah Ir. Tjokrda Raka Sukawati, lahir di Ubud, Bali pada tanggal 3 Mei 1931. Tjokorda meraih gelar insinyur bidang teknlogi di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan gelar doktor dari Universitas Gajah Mada (UGM). Ketika sedang menggarap proyek jalan layang antara Tanjung Priok hingga Cawang di Jakarta, saat itulah sosrobahu atau tiang penyangga jalan laying ditemukan. Saat itu belum di uji secara khusus di laboratorium, namun Tjokorda merasa yakin dengan temuannya.

Karena Tjokorda yakin akan temuannya itu bahwa akan berhasil berfungsi sesuai rumus ilmiah yang ada, beliau sempat bersembahyang di atas konstruksi sebelum ia mempraktikan temuannya itu. Tjokorda yang menganut agama Hindu, percaya bahwa temuannya akan berhasil. Ia bilang kepada Menteri Pekerjaan Umum saat itu bahwa siap mundur dari kursi Direktur PT. Hutama Karya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau mengatakan bahwa temuannya berdasarkan kehendak tuhan yang maha kuasa, beliau bahkan bingung dengan angka tekanan 78kg/cm2 yang telah ditetapkan di temuannya sendiri. Para insinyur Amerika Serikat yang mengerjakan jalan laying di Seattle juga begitu taat dengan ketetapan angka tekanan 78kg/cm2. Setelah di uji secara khusus di laboratorium, ditemukan bahwa angka ketetapan sebesar 78,05kg/cm2.

Itulah penemuan-penemuan yang berasal dari Indonesia. Masih banyak lagi penemuan-penemuan yang berasal dari Indonesia. Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara maju dan berkembang lainnya dalam bidang teknologi yang dapat membantu kemudahan umat manusia. Semoga kedepannya lebih banyak penemuan yang berasal dari Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top