fbpx

Mengabadikan sebuah momen dalam bentuk visual seperti foto memiliki makna tersendiri baik itu oleh fotografer sebagai si pengambil gambar, pada objek fotonya, maupun pada audience yang melihatnya. Apalagi tercatat penjualan kamera digital meledak pada tahun 2000 sampai 2010 karena kemudahan teknologi yang terbilang lebih mudah dan murah dibanding tahun-tahun lampau.

Segitiga Exposure pada Fotografi

Pengertian Segitiga Exposure

Disadur melalui Borneodigital.id, segitiga exposure adalah istilah yang digunakan untuk tiga elemen dasar dari exposure yaitu: aperture, shutter speed dan ISO. Masing-masing elemen ini saling terkait dalam mempengaruhi cahaya yang masuk mencapai sensor kamera untuk merekam foto, dimana disebut juga dengan exposure. Perubahan yang terjadi pada salah satu elemen exposure akan berdampak pada perubahan elemen yang lainnya. Ini berarti bahwa anda tidak bisa hanya mengatur satu elemen saja, tapi perlu melibatkan elemen yang lain dalam membentuk exposure.

Tidak hanya sekadar memotret, istilah fotografi selain sebagai sebuah hobi dan sumber yang menghasilkan, juga merupakan wadah seni yang memiliki banyak teknik didalamnya disamping ragam ukuran lensa dan jenis kamera yang perlu dipertimbangkan.

Kamera dapat dianalogikan sebagai sebuah ruangan dan exposure dianalogikan sebagai sebuah jendela. Untuk dapat lebih memahami tentang exposure dan elemen-elemen pembentuk exposure, dapat dianalogikan secara sederhana seperti jendela. Bayangkan kamera anda seperti sebuah jendela yang terbuka dan tertutup. Aperture adalah ukuran jendela, jika ukurannya besar maka akan lebih banyak cahaya yang masuk dalam ruangan. 

Shutter speed adalah waktu berapa lama jendela akan terbuka, semakin lama anda membuka jendela maka semakin banyak cahaya yang masuk. Sekarang bayangkan anda berada dalam ruangan mengenakan kacamata hitam, mata anda menjadi tidak peka terhadap cahaya yang masuk melalui jendela – seperti itulah kondisi dalam ISO rendah. Saat pertama kali memasuki ruangan tersebut, hal yang perlu dipelajari adalah segitiga exposure, yaitu 3 komponen dasar yang terdiri dari ISO, diagrafma, dan shutterspeed.

Shutter speed

Efek Motion Blur pada Segitiga Exposure

Merupakan komponen yang mengatur kecepatan lamanya sensor kamera terbuka untuk melihar subjek yang akan dilihat. Selain dapat menangkap sebuah gambar dengan cepat, shutterspeed juga dapat menciptakan motion blur yang ditimbulkan akibat gerakan sebagian objek dalam gambar.

Semakin tinggi shutter, sensor akan semakin cepat menangkap gambar serta dapat mengurangi cahaya yang masuk. Sebaliknya, semakin rendah shutter maka semakin lambat sensor menangkap gambar tetapi dapat menambah cahaya yang masuk pada sensor kamera.

Baca Juga : Top 7 Teknik Fotografi ala Content Creator yang Aesthetic

Diafragma

Efek Blur pada Segitiga Exposure

Merupakan bukaan lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Bukaan atau aperture atau diafragma biasanya dinyatakan dengan F-stop (f1.4, f2, f5,6, dan lain-lain) yang menunjukkan semakin kecil angka F pada bukaan besar (f1.4, f1.8, f2, dan sebagainya) maka semakin banyak cahaya yang masuk dan bisa menciptakan blur background. Sebaliknya, semakin besar angka F pada bukaan kecil (f8, f11, f16, dan sebagainya) maka akan makin berkurang cahaya yang masuk dan blur yang akan dihasilkan juga akan semakin berkurang sehingga latar belakang gambar akan semakin tajam atau biasa disebut depth of view.

ISO

Efek Noise pada Segitiga Exposure

Merupakan komponen kamera yang menentukan tinggi rendahnya cahaya yang diinginkan pada hasil foto atau sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya dimana jika menggunakan ISO yang tinggi maka cahaya yang masuk akan semakin banyak namun jika terlalu besar akan menghasilkan noise apalagi jika hanya ada sedikit cahaya yang masuk. Sebaliknya, jika ISO rendah maka cahaya yang dihasilkan akan makin dikit.

Kombinasi mana yang dipilih akan bergantung pada tampilan yang ingin dicapai. Menciptakan karya seni dalam bentuk fotografi perlu menekankan permainan komposisi dan teknis pemotretan seperti pemilihan objek, penggunaan pencahayaan yang tepat, penggunaan format gambar dengan tepat, pengolahan sudut pandang dan pemahaman dasar-dasar fotografi.

Teknik-teknik yang digunakan tentunya melalui berbagai pertimbangan teknis pemotretan yang lebih berorientasi pada kemudahan praktis agar karya yang dihasilkan sesuai dengan konsep. Secara dasar, teknik yang perlu pertama kali dipelajari ada bagaimana mengetahui penggunaan segitiga exposure.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top