fbpx

Dalam istilah pemasaran atau marketing, sering kali kita mendengar istilah traditional marketing dan digital marketing. Kedua istilah tersebut merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan pebisnis dalam memasarkan usahanya untuk mendapatkan hati konsumen dan meraup keuntungan. Marketing atau pemasaran sendiri merupakan suatu kegiatan yang berfungsi untuk menciptakan, mengkomunikasikan, serta mengantarkan nilai dari produk atau jasa yang dihasilkan ke pelanggan dan mengelola hubungan baik dengan pelanggan sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan stake holder.

Tujuan dari pemasaran ini bukan untuk membuat penjualan meningkat. Sebaliknya, tujuan marketing adalah untuk memahami dan mengetahui konsumen dan target pasar dari produk yang kita tawarkan sehingga produk tersebut dapat menjawab kebutuhan pasar dan dengan sendirinya akan menghasilkan keuntungan. Untuk mencapai hal ini, terdapat banyak strategi pemasaran yang digunakan, salah satunya adalah traditional marketing dan digital marketing yang marak diperbincangkan. Lantas, apa sih perbedaan di antara keduanya? Strategi mana yang harus digunakan untuk bisnis kita? Simak penjelasannya yuk!

Apa itu Traditional Marketing?

Traditional marketing cenderung mampu menjangkau audiens yang lebih beragam.
Traditional marketing cenderung mampu menjangkau audiens yang lebih beragam

Traditional marketing merupakan strategi pemasaran dimana perusahaan memanfaatkan saluran tradisional untuk memasarkan produknya, seperti papan iklan dan media cetak. Beberapa media yang biasa digunakan oleh traditional marketer adalah pemasangan iklan di koran, melalui poster berwarna, melalui spanduk-spanduk besar yang biasa kamu lihat di jalan, gambar di belakang truk maupun bus, melalui telepon dan pesan langsung dari perusahaan, dan masih banyak lagi. Strategi marketing ini merupakan satu-satunya metode pemasaran sampai internet muncul di tahun 90-an, membuat keberadaannya semakin lama semakin tergeser.

Meski disebut tradisional, teknik pemasaran satu ini tidak selalu menggunakan cara-cara yang tidak efektif loh. Ada kalanya traditional marketing ini lebih digemari dibanding digital marketing karena mampu menjangkau target pasar dengan jumlah dan jenis yang lebih luas. Beberapa target audiens tertentu, seperti orang tua maupun orang yang tidak melek teknologi, akan lebih efektif untuk dijangkau hatinya menggunakan strategi pemasaran satu ini. Jadi, jangan remehkan traditional marketing.

Apa itu Digital Marketing?

Digital marketing untuk memenuhi tuntutan perkembangan jaman.
Digital marketing untuk memenuhi tuntutan perkembangan jaman

Sesuai dengan namanya, digital marketing merupakan strategi pemasaran dimana perusahaan memanfaatkan channel digital seperti website dan media sosial sebagai alat untuk memasarkan produknya. Jenis pemasaran ini banyak bergantung pada jaringan internet (online). Dengan berkembangnya jaman, teknologi semakin tumbuh dengan pesat, rasanya tidak berlebihan kalau kita bilang setiap orang di dunia kini punya handphone maupun gadget-nya masing-masing. Hampir semua orang juga selalu bermain dengan ponsel mereka bersleuncur di soslal media. Oleh karena itulah, jenis pemasaran digital ini menjadi pilihan banyak pemasar dalam memperkenalkan produk mereka.

Beberapa contoh metode yang bisa digunakan dalam digital marketing adalah sebagai berikut.

  • Melalui website khusus.
  • Postingan media sosial.
  • Online advertising
  • E-mail campaigns
  • Content marketing
  • Clickable ads
  • Affiliate marketing
  • Search engine optimization (SEO)

Strategi-strategi digital marketing tersebut sangat populer digunakan karena konsumen jaman sekarang lebih sering menggunakan internet dan ponsel. Menurut Statista, saat ini terdapat total 4.54 juta pengguna aktif internet di dunia dan 3.7 juta pengguna aktif media sosial. Dengan angka setinggi itu, masuk akal jika perusahaan lebih memilik melakukan pemasaran secara digital.

Baca Juga: Super! Kenali Affiliate Marketing dan 3 Extra Manfaatnya Untuk Bisnismu!

Pemasaran Traditional vs Digital

Apa saja perbedaan digital marketing dan traditional marketing?
Apa saja perbedaan keduanya?

Lantas, apa-apa saja yang membedakan kedua jenis pemasaran ini?

Pertama, media. Media yang digunakan pada pemasaran tradisional dan digital tentu berbeda. Pemasaran tradisional memanfaatkan media cetak seperti billboard, banner, flyer, dan koran. Namun demikian, pemasaran tradisional juga sudah memanfaatkan saluran seperti iklan TV dan radio untuk menjangkau konsumennya dengan lebih baik. DI sisi lain, pemasaran digital menggunakan saluran yang sifatnya digital, seperti media sosial, Google Ads, website, dan masih banyak lagi. Perbedaan media yang digunakan kedua jenis pemasaran ini tentu memiliki efek tersendiri bagi produk yang ditawarkan.

Kedua, biaya. Biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran tradisional lebih tinggi ketimbang biaya untuk pemasaran digital. Hal ini dikarenakan harga untuk memasang iklan di koran maupun membuat spanduk itu tidak sedikit. Untuk membuat post di media sosial tentu lebih murah ketimbang harus memasang spanduk besar di jalan. Butuh budget yang tidak sedikit untuk mencetak material dan meletakkannya di tempat yang kita inginkan.

Dengan menggunakan pemasaran digital, biaya yang dikeluarkan jauh lebih ekonomis. Untuk kamu yang punya bisnis kecil juga tidak perlu khawatir dengan biaya pemasaran yang terlalu tinggi karena biayanya ini bisa kamu sesuaikan sendiri dengan kebutuhan. Iklan yang dipasang juga lebih disesuaikan dengan target pasar kamu, sehingga hanya target konsumen kamu yang biasanya melihat iklannya.

Ketiga, data. Penggunaan strategi pemasaran digital memungkinkan kamu untuk melacak siapa yang melihat iklanmu, berapa banyak yang melihat, bagian mana yang dilihat, dan lain sebagainya. Sebaliknya, menggunakan pemasaran tradisional membuat kamu takkan bisa tau siapa saja yang melihat iklan kamu. Kamu tidak bisa melacak efektivitas dari pemasangan iklan ini.

Terakhir, komunikasi. Dengan menggunakan pemasaran digital, konsumen bisa berinteraksi dengan memberikan komentar, like atau feedback, dan lain sebagainya. Sedangkan dengan pemasaran tradisional, konsumen hanya bisa mendengar dan melihat iklan tersebut tanpa mampu memberikan feedback apapun.

Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini hanya kamu sendiri yang tau jawabannya! Keduanya sama-sama baik jika dipandang dari kacamata umum. Dengan pemasaran tradisional, semua orang dari berbagai kalangan dan berbagai usia bisa melihat produk yang kamu pasarkan dengan mudah. Namun demikian, biaya yang kamu keluarkan mungkin lebih tinggi. Di sisi lain, menggunakan pemasaran digital akan membuat produk kamu lebih banyak dikenal oleh orang-orang yang masih dalam usia produktif yang biasanya aktif menggunakan media sosial.

Apapun itu yang menjadi pilihanmu, pastikan kamu sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu dan kebutuhan konsumen! Kenali siapa target konsumenmu dan cari tau jenis pemasaran mana yang lebih efektif untuk menggapai hati konsumenmu itu. Bisa saja konsumenmu lebih suka menggunakan media sosial dan internet. Namun bisa jadi konsumenmu lebih terbiasa melihat iklan berupa spanduk di jalan. Sesuaikan pula dengan kebutuhan kamu sebagai pemasar saat ini. Berapa budget yang kamu sediakan? Bagaimana target yang ingin kamu capai? Seberapa lama waktu yang kamu miliki? Dengan mempertimbangkan hal-hal ini, kamu akan bisa menemukan strategi pemasaran yang paling cocok untuk bisnismu.

Itu dia beberapa perbedaan antara traditional marketing dan digital marketing. Menurutmu, apa ada lagi perbedaan di antara keduanya? Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar!

Baca Juga: Amazing 6 Tips SEO yang Bisa Bikin Artikelmu Mangkal di Halaman Utama Google

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top