fbpx

Bagi Anda yang gemar menulis, pasti sudah tidak asing lagi dengan pekerjaan content writer. Di era digital, content writing menjadi salah satu media yang seringkali dimanfaatkan dalam strategi pemasaran. Namun, pekerjaan ini tak semudah yang terlihat. Dibutuhkan skill dan berbagai pengalaman untuk bisa mahir di bidangnya. Namun, tak perlu khawatir karena Bootsol akan membagikan berbagai cara untuk memaksimalkan tulisan Anda.

Berikut 8 tips bagi Anda yang ingin meningkatkan kemampuan content writing!

1. Cari Tahu Tujuan Content Writing Anda

Cari tahu tujuan content writing Anda
Image by Vanessa Garcia on Pexels

Tidak peduli seberapa berpengalamannya Anda, seorang content writer harus mempunyai goals yang jelas. Terutama ketika content yang Anda buat ditujukan untuk kegiatan pemasaran (content marketing). Tanpa adanya tujuan, seorang penulis andal sekali pun bisa kehilangan arah.

SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) adalah salah satu cara yang bisa Anda gunakan dalam menentukan tujuan yang efektif bagi content writing. Dengan metode ini, Anda diharuskan membuat tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berdasarkan waktu. Untuk itu, tanyakan hal-hal di bawah pada diri Anda sendiri:

  • Apa yang saya butuhkan dalam mencapai target?
  • Kapan target akan/harus terpenuhi?
  • Bagaimana saya mengukur kesuksesan?
  • Apakah saya bisa melakukannya dengan keadaan saat ini?
  • Apa target saya membantu tujuan utama bisnis?

2. Kenali Siapa Audiens Anda

Audience Research adalah aspek yang tidak boleh content writer sepelekan. Dengan memahami target audiens, Anda bisa menciptakan konten yang bener-benar menjual. Seperti perkataan penulis asal Amerika, Mike Nappa:

“If you write for everyone, no one will buy. If you write for one, everyone who feels like that one will buy.”

Artinya, Anda tidak bisa menarik perhatian semua audiens hanya berbekal dengan kekhawatiran umum mereka. Dalam content writing, Anda harus menyaring ribuan audiens dan menyajikan konten yang secara personal menjawab persoalan mereka. Dengan begitu, konten yang Anda tulis mampu menjual dan menarik perhatian lebih banyak orang. Di sinilah audience research bekerja.

 Lalu, bagaimana menentukan target audience untuk content writing?

Salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk menentukan target audience bisnis adalah dengan membuat persona pembeli (buyer personas). Persona pembeli merupakan gambaran umum tentang karakteristik target konsumen sebuah bisnis. Hal ini melibatkan data, survei, dan informasi digital terkait pembeli.

Mengapa hal ini penting? Karena persona pembeli memungkinkan Anda untuk membagi pasar ke dalam grup kecil yang lebih mudah dikenali. Hal ini pastinya memudahkan Anda untuk menentukan kelompok mana yang lebih tepat untuk strategi marketing.

Anda bisa mulai dengan membuat profil target konsumen, klien yang sudah ada, dan calon pelanggan atau pembaca potensial. Dengan begitu, perusahaan memiliki gambaran jelas akan target klien serta tantangannya di masa depan. Yang pada akhirnya, membantu Anda dalam menentukan target audience saat menulis.

Baca juga: GUARANTEE! 7 Kunci Sukses E-UMKM di Era Digital

3. Ciptakan Pesan yang Menarik Audiens Secara Emosional

Content writing harus menarik audiens secara emosional
Image by Liza Summer on Pexels

Saat membuat pesan untuk persona pembeli, Anda harus ingat bahwa tidak semua audiens ada pada perjalanan yang sama. Karena itu, pesan yang berbeda harus diciptakan berdasarkan kebutuhan mereka. Mengutip ebook yang di-publish SEMRUSH, perjalanan seorang pelanggan terbagi menjadi tiga tahap: awareness, consideration, dan conversion.

Awareness

Tahap pertama adalah tahap awareness, dimana pelanggan menyadari keinginannya untuk menyelesaikan masalah namun belum menyadari solusi yang tersedia. Pada tahap ini, konten yang dibutuhkan oleh pembaca adalah panduan, bukan rayuan. Karena itu, content writing Anda harus bisa memberi jawaban dan mengarahkan mereka ke arah yang benar.

Consideration

Tahap kedua yaitu tahap consideration, dimana pelanggan menyadari adanya ketersediaan solusi dan kemudian mencari yang paling tepat untuk masalah mereka. Pada titik ini, barulah Anda bisa menyelipkan sedikit informasi terkait bisnis Anda. Buat content writing yang meyakinkan pembaca bahwa produk Anda adalah jawaban atas masalah mereka.

Conversion

Tahap yang terakhir adalah tahap conversion, dimana pelanggan hampir membeli produk atau jasa sebagai solusi dari permasalahannya, namun masih membutuhkan bantuan atau bimbingan. Content writing yang Anda buat harus mendorong mereka untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata.

Setelah menentukan pesan yang tepat, jangan lupa untuk menyertakannya ke dalam judul dan isi konten. Pastikan untuk mengedit dan membaca kembali isi konten agar tidak keluar dari tujuan Anda sebelumnya.

4. Curi Perhatian Pembaca!

Curi perhatian pembaca dengan gaya menulis Anda
Image by Michael Burrows on Pexels

Judul adalah kunci! Buatlah judul yang unik, informatif, dan efektif sehingga pembaca bisa mengetahui isi konten namun tetap tertarik untuk membacanya.

Untuk membuat judul yang menarik, dibutuhkan riset mengenai konten dan kata kunci yang berhubungan di dalamnya. Kata kunci ini bisa berupa trending dan informasi yang menggambarkan konten Anda. Agar bisa bersaing dengan topik sejenis, pertimbangkan untuk menyertakan hal-hal ini saat menyusun judul:

  • Kontroversi, pertanyaan, humor, hal mengejutkan, sesuatu yang unik, dan emosi adalah hal-hal besar yang menambah ketertarikan pembaca. Penggunaan angka atau nominal juga bisa Anda gunakan jika ingin tampil di halaman utama pencarian.
  • Selain unik, judul harus mendeskripsikan isi konten. Dengan begitu pengunjung situs, bahkan Google sendiri, bisa melihat konten Anda dengan jelas. Pada akhirnya, tulisan Anda bisa menghasilkan skor yang lebih tinggi.
  • Jangan lupakan gambar! Pastikan content writing Anda melibatkan foto atau ilustrasi yang sejalan dengan judul.

Baca juga: NOTED THIS! 5 Perbedaan Branding dan Marketing untuk Bisnis yang Lebih Baik

5. Pertahankan Perhatian Pembaca

Sekarang Anda mendapatkan audiens, mereka tertarik untuk mengunjungi situs dan mulai membaca konten yang Anda buat. Lalu, bagaimana cara mempertahankan atensi mereka sampai akhir?

Pertama-tama, pastikan dulu bahwa konten yang Anda buat sudah berfokus pada target audiens dan mengandung pesan yang sesuai dengan persona pembeli. Selama content writing Anda berorientasi pada kebutuhan audiens, hanya ada satu hal yang perlu Anda khawatirkan: bagaimana cara yang tepat untuk membawakan konten?

Ajak bicara pembaca

Audiens Anda bukanlah mahasiswa yang sedang menghadiri kelas. Ciptakan content writing yang mengajak audiens berempati seperti mendengar curhatan temannya. Bangun dialog antara Anda dan pembaca dengan gaya menulis conversational. Dengan begitu, mereka akan merasa lebih nyaman dan memperhatikan Anda hingga selesai ‘berbicara’.

Buat writing style yang konsisten

Setiap blog mempunyai gaya menulisnya masing-masing. Ada yang menggunakan bahasa baku, formal, atau santai.

Tentukan dari awal writing style apa yang ingin Anda pakai. Jangan berfikir untuk merubahnya di tengah pembuatan konten. Gaya menulis yang konsisten cenderung meyakinkan audiens untuk membaca hingga akhir. Sesuaikan juga dengan persona pembeli yang telah Anda tentukan sebelumnya.

6. Optimalkan Content Writing dengan Search Engines

Jangan melupakan search engines dalam content writing
Image by Kaboompics .com on Pexels

SEO memastikan konten Anda berjalan sesuai dengan rencana marketing. Pertimbangkan hal-hal ini sebelum, saat, dan sesudah menulis:

Sebelum menulis, jabarkan semua keyword yang mungkin. Cari kunci utama dengan tingkat kesulitan yang rendah namun masih dicari oleh banyak orang. Namun, jangan sampai terbuai dengan angka. Fokus pada alasan ‘kenapa’ mereka mencari, bukan ‘apa’ yang mereka cari.

Anda bisa menggunakan berbagai tools, seperti Google Keyword Planner atau sekedar melakukan pencarian sederhana. Dengan mengamati algoritma Google, Anda bisa mendapat gambaran jelas tentang konten apa yang seharusnya Anda tulis.

Saat menulis, tingkatkan SEO Anda dengan menggunakan berbagai tag judul (H2, H3, dan H4). Anda juga bisa menambah tautan konten lain di situs Anda menggunakan keyword yang yang mendeskripsikan link. Perhatikan juga agar setiap gambar yang Anda input menyertakan alt text.

Sesudah menulis, pikirkan meta title yang melibatkan keyword utama. Buat judul yang mampu mengoptimalkan search engines, namun tetap menarik bagi audiens. Selain meta title, keyword Anda juga harus tertera dalam URL.

Baca juga: Influencer Marketing 101: Strategi Pemasaran Online di Era Modern

7. Jaga Readability Konten

Sederhana itu lebih baik, kualitas konten Anda tidak bergantung pada banyaknya kalimat yang Anda tulis! Ingat, tujuan Anda adalah membuat konten (tulisan) yang menambah daya tarik audiens pada bisnis, bukan sebuah novel.

Kalimat Anda haruslah singkat, padat, dan jelas. Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Hindari penggunaan istilah-istilah sulit yang membuat pembaca keluar dari situs Anda hanya untuk mencari maknanya.

Bagi paragraf berdasarkan satu ide pokok saja. Usahakan agar setiap paragraf hanya berisi 2-3 kalimat saja. Sehingga tulisan Anda akan lebih mudah untuk dibaca dan tidak melelahkan mata.

8. Practice Makes Perfect!

Menjadi seorang content writer adalah perjalanan sepanjang karier. Anda dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan skill content writing terbaik bagi bisnis. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya content writing membutuhkan banyak praktik agar tulisan Anda tidak kaku. Karena itu, jangan pernah lelah untuk berlatih!

What’s Next?

Bootsol, solusi berbagai permasalahan digital marketing
Image by Andrea Piacquadio on Pexels

Menjadi seorang content writer tidaklah mudah. Ada berbagai hal yang harus Anda perhatikan untuk meningkatkan traffic website. Beberapa tips di atas mungkin bisa membantu Anda untuk mencapai target tersebut. Satu hal yang wajib Anda cermati, content is the king! Pada akhirnya, hanya ide dan pengalaman yang membawa audiens tertarik pada bisnis Anda.

Mengingat luasnya digital marketing, content writing bukan satu-satunya jalan bagi kesuksesan bisnis Anda. Karena itu, pantau terus website Bootsol dan dapatkan berbagai insight terkait digital services. Klik di sini dan jelajahi dunia digital marketing bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top