fbpx

Berbagai bidang memandang skill branding dari sudut yang berbeda, yang meliputi bisnis dan keuangan, marketing, advertising, sales, promotion, public relation, komunikasi, desain grafis, semiotika, psikologi, statistik, antropologi, dan sosiologi.

Branding berasal dari kata brand yang berarti merk atau label atau image. Artinya ini menekankan bagaimana cara agar kamu bisa menanamkan suatu brand di pikiran audience agar orang tersebut selalu ingat dan loyal terhadap merk yang akan diperjualkan.

skill branding.
Skill branding dalam digital marketing.

Undang-undang merek no.15 tahun 2001 pasal 1 ayat 1 juga menyebutkan bahwa merek merupakan ”tanda yang berupa gambar nama, kata, huruf-huruf angka-angkan susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan dgunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Penting untuk membuat branding yang kuat agar customer loyal. Oleh sebab itu diperlukannya 6 skill bagi anak branding untuk bisa dikuasai guna memberikan hasil penjualan yang maksimal.

Skill Branding

  1. Creative thinker
Creative thinking dalam menarik audience.

Codemi menekankan creative thinker sebagai skill branding untuk berpikir secara luas dan bahkan di luar kebiasaan. Kreativitas dalam seorang individu ditunjukkan dari kemampuannya melihat berbagai sisi. 

Kemampuan karyawan untuk berpikir kreatif diharapkan dapat menghasilkan pemecahan masalah (problem solving). Di dalam perusahaan, orang-orang dengan skill branding seperti manajemen senior biasanya memiliki pola pikir kreatif. Kamu dapat menemukan solusi untuk berbagai masalah di tempat kerja sehingga memungkinkan semua tugas dilakukan dengan benar.

Selain itu, kreativitas juga dapat memicu munculnya kreasi baru. Misalnya, dalam bentuk produk, layanan untuk pelanggan dan aktivitas yang dapat meningkatkan kinerja tim. Bagaimanapun, hal ini dapat meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan sehingga berdampak positif bagi perusahaan. Tak heran perusahaan selalu mencari karyawan dengan kemampuan berpikir kreatif.

  • Active researcher
Melakukan riset untuk menarik audience.

Melakukan active researche sebagai skill branding dalam riset pemasaran dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis data atau informasi tentang pemasaran yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefiniskan peluang dan masalah-masalah dalam pasar agar aktivitas pemasaran menjadi lebih efektif.

Fungsi riset pemasaran ini merupakan prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran yang sangat beresiko karena sifatnya sangat relatif. Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitupun ketika perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi penilaian utama.

Active researche ini dapat berupa problem solving research, planning researche, dan controlling researche.

Baca Juga: Super Helpful! 5 Strategi Branding untuk Bisnis Kecil yang Mudah Diterapkan

  • Precise
email marketing manfaatnya bagi bisnis
Precision dalam digital marketing.

Dalam bahasa Indonesia, precision marketing berarti pemasaran presisi yang merupakan pemasaran berbasis data. Skill branding pemasran presisi ini digunakan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan menggunakan teknik pemasaran presisi, maka dapat meningkatkan pendapatan bisnis, mengurangi biaya, dan memaksimalkan pengeluaran pemasaran.

Seperti yang dilansir Marketing Schools dalam Nataconnection, pemasaran presisi tidak menitikberatkan pada pembuatan iklan persuasif, melainkan pada lebih banyaknya pembuatan penawaran, dan menggunakan trik untuk menarik pelanggan yang sudah tersedia.

Agar bisa mempraktekan skill branding pemasaran persisi, sangat bergantung dengan segmentasi pasar. Hal ini dikarenakan bergantung pada hasil data tentang perilaku pelanggan. Contohnya, seperti mendaftar di platform digital. Di mana kita diharuskan untuk mengisi data diri, seperti lokasi, usia, jenis kelamin, dan preferensi pribadi untuk mendaftar akun.

  • Good communication
Good communication diperlukan dalam skill digital marketing.

Menurut Dreambox, Perencanaan dalam menyampaikan suatu pesan sebagai digital marketing membutuhkan keahlian dalam berkomunikasi. Sama halnya dengan marketing secara direct, pemilihan kata yang digunakan membutuhkan kesan persuasif agar brand awareness perusahaan terhadap pelanggan dapat meningkat, oleh karena itu dibutuhkan keahlian strategi komunikasi agar proses digital marketing dapat berjalan dengan optimal.

Kamu dapat menentukan media yang digunakan untuk mendukung hal ini. Dalam strategi komunikasi pesan yang dibuat memiliki dua bagian, yaitu the contents of message (isi dan inti dari pesan), dan lambang atau simbol. 

Lambang yang dimaksud di sini memiliki berbagai macam bentuk, baik dari segi tampilan, gambar, warna, hingga bahasa yang digunakan. Lebih tepatnya lambang merupakan penentuan brand image yang dimiliki perusahaan. Sebagai contoh: suatu perusahaan dengan produk-produk premium dan memiliki brand image eksekutif melakukan marketing dengan packaging pesan dan bahasa yang bersifat elegan. Hal ini dilakukan agar perusahaan memiliki konsistensi dalam menjaga brandnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top