fbpx

E-commerce kini telah merajai pasar dunia. E-commerce adalah model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu untuk membeli atau menjual barang melalui internet (online). Alibaba, salah satu platform e-commerce dan business to business yang berhasil menggurita di dunia. E-commerce asal China ini didirikan tahun 1999 oleh Jack Ma. Sebelum mencapai kesuksesannya, Alibaba harus melalui proses yang panjang. Jatuh bangun telah ia lalui. Lantas, bagaimana perjalanan sukses Alibaba sebagai e-commerce raksasa? Berikut ulasannya.

Baca juga: Apa Itu e-commerce? Ini Dia Segala Hal yang Harus Kamu Tahu

Kesuksesan e-commerce Alibaba

Tahun 1999, e-commerce satu ini memenangkan investasi senilai 25 juta dollar AS dari Softbank dan Goldman Sachs. Upaya ini membuahkan hasil dan keuntungan yang besar selama 3 tahun.

Tak sampai disitu, Jack Ma pun terus mengembangkan sistem e-commerce dengan mendirikan Alipay, Taobao Marketplace, Lynx, dan Ali Mama pada tahun 2003. 

Pada tahun 2005, Yahoo menyuntikkan dana ke Alibaba melalui struktur Variable Interest Entity (VIE). Yahoo membeli saham Alibaba sebanyak 40% dengan harga 1 miliar dolar AS pada masa itu.

Empat tahun berselang, Alibaba meluncurkan layanan komputasi awan, Alibaba Cloud. Tak hanya itu, Alibaba juga menggelar acara 11.11 Global Shopping Festival untuk pertama kalinya atau yang kita kenal dengan Single’s Day. Acara itu kemudian diadopsi e-commerce Indonesia dengan tajuk Harbolnas (Hari Belanja Nasional) yang berlangsung setiap 12 Desember. 

Pada 2011, Alibaba mendirikan Alibaba Foundation yang bertujuan untuk membantu mengatasi masalah sosial.

Selanjutnya tahun 2014, Alibaba melantai di bursa saham (IPO) New York Stock Exchange dengan kode BABA. Saham Alibaba saat itu dibuka dengan harga 92,70 dollar AS. Alibaba tercatat sebagai perusahaan yang telah melakukan IPO tertinggi dalam sejarah keuangan Amerika Serikat senilai 25 miliar dollar AS.

Kini Alibaba telah menjadi perusahaan besar dengan sembilan anak perusahaan utama yakni Alibaba.com, Tmall, eTao, Taobao Marketplace, Juhuasuan, Alibaba Cloud Computing, 1688.com, Alipay, dan AliExpress.com.

Jatuh bangun e-commerce Alibaba, sempat ditolak dan dikritik

Alibaba memang telah berhasil menjadi e-commerce raksasa dan memiliki banyak anak perusahaan. Namun, siapa sangka bahwa Alibaba pernah diposisi terendah.

Tahun 1999, Jack Ma pernah melakukan pitching untuk menawarkan ide e-commerce Alibaba yakni Alibaba.com ke investor di Silicon Valley, Amerika Serikat. Namun, ide itu sempat ditolak dan dikritik investor karena dinilai tidak mendatangkan keuntungan dan tidak stabil.

Namun karena kegigihan Jack Ma, akhirnya Alibaba berhasil mendapatkan pendanaan awal dari Goldman Sach sebesar 5 juta dollar AS dan 20 juta dollar AS dari SoftBank.

Baca juga: Amazing 5 Layanan Bootsol yang Siap Upgrade Bisnis Kamu!

6 hal yang menjadi kunci kesuksesan Alibaba  

1. Perolehan laba yang tidak konvensional

Jika beberapa e-commerce atau perusahaan lain masih menerapkan laba secara konvensional, Alibaba justru memutuskan untuk memperoleh laba melalui sistem advertisements, keyword bidding, dan data pelanggan/konsumen.

Laba atau keuntungan Alibaba terbesar berasal dari advertisements and keyword bidding, 57% dari total keuntungan yang dimiliki. Sumber keuntungan terpenting kedua (mewakili 25%) berasal dari pelayanan teknis, berdasarkan data perilaku konsumen. 

2. Ekosistem yang terintegrasi

Alih-alih hanya bergerak di e-commerce, Alibaba kian memperluas bisnis utamanya ke berbagai domain, seperti advertising services (Alimama), logistic network (China Smart Network (CSN) Project), financial services (Ali Micro Finance), and mobile terminal services.

Perluasan itu sebagai bentuk integrasi Alibaba terhadap perkembangan zaman dan teknologi sekaligus mencapai tujuannya dalam hal positioning. 

3. Peka dan pandai menganalisa pasar

Alibaba cukup cerdik dalam mengidentifikasi dan menganalisa situasi pasar. Memahami apa yang diperlukan pasar dan waktu terbaik menarik konsumen atas produknya. Berkat analisanya yang tepat, Alibaba mampu menggaet loyalitas pelanggan.

Tahun 2009, e-commerce besutan Jack Ma menggelar acara 11.11 Global Shopping Festival tepatnya tanggal 11 November. Tanggal ini diapit oleh periode dua agenda penting di China, yakni Hari Nasional (setara Hari Kemerdekaan) pada awal Oktober dan tahun baru pada bulan Januari. Pada momen-momen ini, para konsumen diyakini telah siap sedia membelanjakan uang mereka untuk segala macam kebutuhan.

Alibaba memanfaatkan momen dan situasi tersebut untuk melebarkan bisnisnya. Alibaba melakukan parade belanja online penuh diskon. Alhasil, neraca penjualan Alibaba meningkat pesat selama acara 11.11 berlangsung.

4. Adanya pelatihan untuk para pelaku usaha

Kepuasan pelanggan tidak hanya pada produk, namun juga pelayanan dari penjual. Guna meningkatkan kepuasan pelanggan, pelaku juga perlu mendapat bimbingan dalam berbisnis sehingga mampu meningkatkan produk dan loyalitas pelanggan.

Alibaba menyediakan pelatihan bisnis online atau pelatihan netpreneur Alibaba, pengenalan sistem pengkodean khusus untuk mengelola beberapa toko di platform, dan pengembangan alat komunikasi guna memperlancar komunikasi antara penjual-pembeli.

5. Penerapan sistem kredit yang terpercaya

Dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan reputasinya, e-commerce Alibaba mengutamakan sistem kredit yang akurat dan terpercaya. Semua penjual di platform e-commerce diminta untuk lulus tes sertifikasi online guna memverifikasi informasi identitas mereka. Hal ini untuk mengurangi transaksi ilegal sebab nantinya penjual akan diawasi setiap saat di platform.

Selain itu, semua transaksi dicatat dan dapat ditelusuri kembali baik oleh penjual maupun pelanggan. Ini untuk melindungi legitimasi setiap transaksi dan membantu pelanggan memilih penjual yang lebih terpercaya.

Pembayaran pertama kali ditransfer ke Alipay-platform pembayaran online yang menggabungkan kemudahan penggunaan, keamanan, dan efisiensi. Setelah pembeli menerima produknya dan memastikan tidak ada kerusakan/cacat, pembayaran ditransfer ke penjual melalui Alipay. Jika produk rusak atau tidak memenuhi harapan pembeli, maka produk dikembalikan, begitu juga pembayarannya.

6. Menerapkan model transaksi baru

Alibaba menggeser transaksi tradisional menuju transaksi yang modern, efektif, dan efisien.

Alibaba menerapkan model transaksi Consumer-to-Business (C2B). Transaksi jenis ini melibatkan transaksi dari konsumen ke perusahaan. Konsumen akan menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan yang membutuhkannya. Tujuannya tentu untuk mengurangi biaya supply chain dan mempersingkat waktu pengiriman sehingga mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Itulah kilas balik suksesnya e-commerce Alibaba. Dalam berbisnis, sudah sewajarnya mengalami jatuh bangun. Terpenting, kita harus bisa menganalisa pasar, menetapkan strategi pemasaran yang tepat, dan pemilihan produk yang unik. Sebab itu menjadi kunci kesuksesan sebuah bisnis.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top