fbpx

ROI akhir-akhir ini menjadi salah satu pembahasan yang cukup menarik di kalangan bisnis. Begitu pula dengan cara menghitung ROI yang wajib dipahami bagi pelaku usaha agar biaya yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang diharapkan.

Dengan memahami Return of Investment (ROI) ini diharapkan para pelaku usaha dapat meminimalisir kerugian investasi yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu menekan kerugian sebesar-besarnya demi keuntungan sebesar-besarnya.

Oleh karena itu penting untuk mempelajari bagaimana sih cara menghitung ROI yang baik dan benar agar bisnis kalian tidak mengalami yang namanya kerugian. Namun, sebelum itu ada baiknya kalian memahami dulu apa itu ROI dan apa saja kelebihan dan kekurangan dari ROI. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Apa itu ROI?

Ilustrasi cara menghitung ROI
Ilustrasi cara menghitung ROI

Return of Investment atau yang dikenal dengan ROI adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau profitabilitas dari suatu investasi. ROI ini mencoba untuk mengukur sejauh mana jumlah pengembalian langsung dari suatu investasi tertentu yang relatif terhadap biaya investasi.

Untuk lebih mudahnya, ROI dapat dikatakan sebagai laba dari suatu investasi yang pelaku usaha lakukan. Pentingnya melakukan pengukuran ROI ini yaitu juga sebagai pengukuran terhadap efisiensi manajemen dari suatu perusahaan. Angka yang diterbitkan dari ROI biasanya berupa persentase.

Tiap perusahaan memiliki acuan angka persentase ROI yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tiap perusahaan tersebut. Karena tidak semua perusahaan memiliki besaran angka investasi yang sama, apalagi besaran keuntungan dan kerugian dari suatu investasi tersebut.

Pada dasarnya ROI dapat bersifat positif dan negatif. Ketiga besaran angka ROI dinyatakan negatif, maka investor berhak untuk mengevaluasi kembali investasi yang mereka lakukan karen telah menunjukkan kerugian. Begitu pula sebaliknya, jika angka ROI yang didapat bernilai positif, maka seorang investor tersebut telah mendapatkan keuntungan dari investasinya.

Baca juga: 4 Digital Marketing Strategy yang Helpful untuk Perkembangan Bisnis Kamu

Keuntungan dari ROI

Terdapat beberapa keuntungan dari analisis ROI
Terdapat beberapa keuntungan dari analisis ROI

Setidaknya terdapat beberapa keuntungan jika kalian melakukan analisis ROI dalam bisnis. Menurut joinan.co.id, setidaknya terdapat enam manfaat dari melakukan analisis Return of Investment.

Keuntungan pertama yaitu dapat mengukur efisiensi dari penggunaan modal kerja secara akurat. Penggunaan modal kerja ini sangat penting untuk diukur secara tepat dan akurat karena nantinya sangat mempengaruhi efisiensi dari manajemen suatu perusahaan itu. Dengan melakukan analisis ROI, maka cukup mudah untuk mempertimbangkan apakah modal usaha tersebut lebih ke arah kerugian ataupun keuntungan.

Keuntungan kedua dari Return of Investment yaitu dapat mengukur besaran modal produksi dan modal penjualan secara tepat dan akurat. Kemudian, ROI juga berperan dalam membandingkan besaran angka ROI dengan perusahaan kompetitor. Hal ini baik untuk mengetahui titik kelemahan serta kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan kalian.

Keuntungan keempat dari ROI adalah untuk memastikan bahwa segala sistem akuntansi dan manajemen berjalan secara efektif dan lancar. Selain itu, salah satu keuntungan dari melakukan analisis ROI yaitu untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan oleh investor dapat diminimalisir. Hal ini juga merupakan keuntungan yang keenam yaitu sebagai dasar dari pengambilan keputusan bagi investor yang ingin melakukan investasi di suatu perusahaan.

Kelemahan ROI

ROI memlikiki beberapa kelemahan
ROI memlikiki beberapa kelemahan

Meskipun memiliki beberapa keuntungan dari dilakukannya analisis Return of Investment, ROI juga memliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama dari ROI yaitu sulitnya untuk membandingkan besaran angka ROI suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Seperti yang sudah dikatakan di bagian keuntungan, meskipun ROI dapat membandingkan besaran angka ROI dengan perusahaan lain, namun nyatanya masih sulit secara objektif untuk membandingkan keduanya. Hal ini lantaran terdapat perbedaan besaran angka investasi suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Walaupun cara menghitung ROI memiliki kesamaan, namun bila faktor-faktor yang mempengaruhinya berbeda maka hasilnya pun sulit untuk dibandingkan.

Kekurangann selanjutnya dari analaisis ROI yaitu nilai uang yang terus berfluktuasi. Hal ini merupakan pengaruh dari daya beli dimana terdapat perbedaan ketika suatu pembelian dilakukan pada masa inflasi dan masa setelah inflasi.

Cara Menghitung ROI

Pada dasarnya, penghitungan besarnya ROI merupakan salah satu cara untuk mengetahui efisiensi dan keuntungan maksimal dari suatu investasi yang dilakukan. Setiap penghitungan ROI ini juga dapat menjabarkan pengeluaran apapun yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan demikian, investor akan mengetahui bahwa dana yang mereka kucurkan benar-benar efisien.

Nah, oleh karen itu penting untuk mengetahui cara menghitung ROI yang akurat agar suatu perusahaan dapat berkembang lebih baik. Dikutip dari jurnal.id, cara menghitung ROI yang paling umum adalah sebagai berikut.

ROI = (Pendapatan Investasi – Biaya Investasi) / Biaya Investasi x 100%

Contoh:

Di suatu perusahaan bernama PT. X terdapat seorang investor yang menggelontorkan dananya sebesar Rp50.000.000,00. Dari dana sebesar itu, perusahaan PT. X menghasilkan penjualan sebesar Rp65.000.000,00.

Artinya, perusahaan PT. X mendapatkan laba kotor sebesar Rp15.000.000,00. Kemudian, untuk mendapatkan angka berupa persentase nanti akan dikalikan 100% sebagai berikut.

ROI = (Rp65.000.000 – Rp50.000.000) / Rp50.000.000 x 100% = 30%

Dengan begitu, nilai analisis ROI dari perusahaan PT. X sebesar 30% yang menandakan besaran ROI bernilai positif. Seorang investor tersebut berhak untuk terus melanjutkan investasinya kepada perusahaan tersebut.

Namun, apabila hasilnya dinyatakan minus atau negatif, maka hasil analisis ROI suatu perusahaan itu tidak baik. Selanjutnya, seorang investor berhak untuk meninjau kembali apakah masih ingin melanjutkan investasinya di perusahaan yang tidak menghasilkan nilai ROI positif atau tetap melanjutkannya.

Nah, menarik kan? Jadi sekarang kalian tidak perlu lagi bingung untuk cara menghitung ROI yang baik dan benar. Dengan kalian menghitung besaran nilai ROI, maka kalian akan dapat mengembangkan bisnis kalian lebih baik lagi ke depannya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top