fbpx

Ada banyak pelaku bisnis yang mengira bahwa branding dan marketing adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan ini, bagi sejumlah pelaku bisnis, justru membingungkan. Karena meskipun sama-sama membantu penjualan, branding dan marketing bekerja dengan cara yang berbeda.

Jika ingin menciptakan strategi yang tepat, maka Anda harus memahami apa saja perbedaan antara branding dan marketing serta hubungan di antaranya. Simak penjelasan dari Bootsol berikut ini!

Apa itu Branding?

apa itu branding?
Image by Karolina Grabowska on Pexels

Branding (citra merek) adalah segala upaya yang dilakukan untuk membangun identitas brand atau perusahaan di mata publik. Branding ditujukan agar produk Anda memiliki karakteristik atau kesan yang berbeda dari kompetitor sehingga perusahaan bisa bersaing di dunia bisnis.

Fokus branding ada pada visi, misi, dan tujuan perusahaan. Karena itu, branding tidak hanya meninggalkan kesan, namun juga pemahaman akan identitas brand kepada customer. Branding bisa dilakukan lewat berbagai cara, seperti membuat logo, gaya bahasa, atau website menggunakan agensi digital.

Adapun manfaat yang ditawarkan oleh branding antara lain:

  • Memudahkan jalannya marketing
  • Membangun kepercayaan customer terhadap bisnis
  • Menciptakan persepsi yang baik
  • Meningkatkan kredibilitas bisnis

Branding merupakan strategi jangka panjang perusahaan karena berlangsung secara berkelanjutan. Anda harus memikirkan cara yang tepat agar customer bisa merekam produk atau jasa sebagai pengalaman yang menarik dan berkesan. Lewat cara kesan yang kuat, tak menutup kemungkinan untuk perusahaan menjadi pengendali pasar. Pasalnya, customer cenderung menaruh kepercayaan lebih pada brand yang sudah dikenal daripada brand anonim di pasar.

Apa itu Marketing?

apa itu marketing?
Image by Stanislav Kondratiev on Pexels

Marketing adalah semua alat, proses, dan strategi yang secara aktif digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, atau perusahaan. Singkatnya, marketing adalah seluruh upaya yang Anda lakukan untuk membangun koneksi dengan calon pembeli.

Dalam prakteknya, kegiatan marketing dituntut untuk menarik respon customer terhadap produk. Tim marketing harus dibekali informasi yang dapat menunjukkan kelebihan produk saat promosi berlangsung. Karena itu diperlukan riset mendalam terhadap produk dan pasar saat menyusun strategi marketing.

Adapun manfaat marketing yaitu:

  • Meningkatkan penjualan dengan menarik calon pembeli
  • Memperluas jangkauan pasar
  • Mendapat respon langsung dari customer
  • Memperkuat citra brand di masyarakat

Biasanya strategi branding yang disusun perusahaan sudah mencakup marketing. Oleh karena itu, strategi marketing tidak membutuhkan waktu yang lama dan bersifat sementara. 

Branding vs Marketing

hubungan branding dan marketing

Saat marketing digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa, branding digunakan untuk membentuk brand dan jati diri perusahaan. Walaupun memiliki tujuan dan hasil yang berbeda, keduanya berhubungan erat dan saling membutuhkan. Sehebat apapun branding perusahaan, jika tidak didukung marketing yang baik, akan sulit bagi produk untuk laku di pasar. Begitu juga sebaliknya.

Menurut 99designs dalam artikelnya yang berjudul Marketing vs. branding: what’s the difference?, ada lima perbedaan antara branding dan marketing. Selagi menyusun strategi yang tepat bagi kondisi perusahaan, kelima perbedaan tadi harus selalu Anda pertimbangkan:

Jika marketing menarik perhatian customer, branding menjaga perhatian mereka

Apapun jenis bisnis Anda, ingat bahwa ada banyak bisnis serupa tersebar di seluruh dunia. Jika Anda ingin menarik perhatian customer, maka marketing menjadi hal yang wajib dilakukan. Namun sekali produk mendapat perhatian, dibutuhkan hal lain untuk mempertahankan hati customer.

Orang hanya akan bertransaksi dengan brand yang meyakinkan. Jadi meskipun strategi marketing berhasil memperkenalkan produk ke target yang tepat, Anda harus menciptakan citra brand yang mengkoneksikan target dengan perusahaan dalam jangka waktu yang lama. 

Sederhananya, Anda membutuhkan strategi marketing untuk membuat perbedaan pada brand dengan pesaing, namun membutuhkan branding untuk membina hubungan jangka panjang yang membuat customer kembali.

Strategi Marketing mendatangkan penjualan, branding mendatangkan pengakuan dan kesetiaan

Image by Gustavo Fring on Pexels

Intinya, kebanyakan strategi marketing (SEO, content marketing, atau iklan) ditujukan untuk mendorong hasil, yang pada akhirnya, pasti berhubungan dengan penjualan.

Hal ini berbeda dengan strategi branding yang membutuhkan pendekatan yang memakan waktu lebih lama. Karena itu, branding bukanlah solusi terbaik jika target bisnis Anda adalah penjualan. Namun, jika Anda berkeinginan untuk membangun nama brand, mendorong sentimen positif terhadap brand, dan menumbuhkan loyalitas customer, maka branding adalah keputusan terbaik bagi perusahaan.

Jadi, saat Anda membutuhkan strategi bagi penjualan dalam waktu dekat, pikirkanlah marketing. Sementara branding bisa Anda pertimbangkan untuk mendorong penjualan jangka panjang.

Branding dulu, marketing kemudian

Dalam skema yang lebih besar, bisnis baru selalu dimulai dengan membangun citra brand. Anda tidak bisa memasarkan merek yang belum selesai Anda rancang. Maka dari itu, branding selalu datang lebih dulu sebelum marketing.

Bahkan sebelum Anda berpikir untuk menerapkan strategi pemasaran, Anda harus fokus pada identitas brand. Siapa Anda sebagai sebuah brand? Apa yang ingin Anda bawa ke pasar? Apa menjadi nilai brand Anda? Dan yang paling penting, bagaimana Anda akan mengkomunikasikannya kepada customer?

Hanya ketika Anda memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, barulah Anda bisa memikirkan untuk mulai menyusun strategi pemasaran. Karena hanya dengan begitu, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang siapa Anda (sebagai perusahaan), siapa pelanggan Anda, dan bagaimana cara terhubung dengan pelanggan? Tentunya diwujudkan dalam marketing.

Strategi marketing bersifat sementara, tapi branding untuk selamanya

Memang, selama Anda mencoba membangun bisnis yang sukses selama itu juga proses marketing berjalan. Tapi strategi yang Anda gunakan untuk memasarkan produk bersifat sementara. Setiap taktik pemasaran memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas. Hal ini dibuktikan dengan munculnya strategi marketing baru yang menyesuaikan perilaku konsumen, seperti pemanfaatan media sosial dan influencer marketing.

Baca juga: Influencer Marketing 101: Strategi Pemasaran Online di Era Modern

Lain halnya dengan brand. Di mana pun Anda berada, selama bisnis masih berjalan, Anda akan selalu berusaha untuk mendefinisikan siapa Anda sebagai sebuah perusahaan, membentuk persepsi brand dengan audiens, dan membina hubungan yang lebih bermakna dengan pelanggan. Branding adalah pekerjaan seumur hidup. Bisnis Anda lahir dan berkembang bersama dengan citra brand Anda. 

Intinya: marketing akan datang dan pergi (sebagaimana mestinya), tapi branding untuk selamanya.

Branding berdampak terhadap perusahaan maupun customer

Image by fauxels on Pexels

Tim marketing akan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan strategi pemasaran. Namun di luar itu, marketing tidak akan mempengaruhi keadaan mereka.

Berbeda dengan brand. Citra brand memiliki dampak yang sama besarnya pada tim perusahaan seperti halnya pada pelanggan. Anda membutuhkan brand strategy untuk membuat customer percaya pada brand dan melakukan transaksi. Begitu juga dengan karyawan perusahaan. Anda harus membangun brand yang bisa dipercaya dan membuat mereka lebih bersemangat dan berkomitmen pada pekerjaan. Mereka akan bekerja keras, mendorong diri mereka sendiri, dan membawa ide-ide terbaik ke meja bagi perkembangan perusahaan.

Jadi, tim Anda memang bertugas untuk mengembangkan strategi pemasaran, tetapi jika perusahaan ingin membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi, Anda bertanggung jawab untuk menciptakan brand yang membuat tim bersemangat.

Kesimpulan

Dalam dunia bisnis, branding dan marketing memang dua hal yang berbeda. Namun keduanya berhubungan erat dan saling melengkapi. Karena itu, masih banyak orang yang mengira keduanya adalah sama. Namun demikian, Anda bisa mengkombinasikan keduanya untuk mendapatkan hasil terbaik bagi bisnis. Walaupun memiliki target yang berbeda, branding dan marketing sama-sama ditujukan untuk membangun kesuksesan dalam dunia bisnis.

Anda bisa memulai branding dengan memanfaatkan agensi digital untuk mengkomunikasikan brand Anda. Salah satunya ialah Bootsol, digital agency yang menyediakan beragam layanan branding dalam satu tempat. Tunggu apa lagi? Bangun bisnis Anda dan kembangkan brand strategy yang tepat bersama Bootsol!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top