fbpx

Siapa yang tidak pernah tergiur dengan dawai berlogo apel tergigit? Dengan spesifikasi yang ditawarkan membuat orang tidak menyadari kelemahan iPhone di balik kesempurnaanya. Dewasa ini dawai telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Bagaimana tidak, pasalnya tidak ada hal yang tidak dapat dilakukan oleh benda yang memiliki ukuran tidak lebih dari telapak tangan orang dewasa ini. dimulai dari bertukar kabar, memperoleh informasi ter- update, menyaksikan, mendengarkan musik, hingga membeli makanan ataupun kebutuhan sehari-hari. Perlu diingat untuk melakukan itu semua tentunya dawai yang kita miliki harus memiliki akses internet.

Terdapat beberapa jenis sistem operasional seluler yang digunakan oleh telepon genggam, tetapi yang paling populer adalah iPhone OS (iOS) dan Android. Kebanyakan sistem operasional seluler pada telepon genggam yang dijual di pasaran menggunakan sistem Android, namun bukan berarti sistem iOS tidak banyak dijual di pasaran. Merk telepon genggam yang menggunakan sistem operasi seluler iOS adalah iPhone atau Apple. Tidak jarang kita tergiur dengan telepon genggam yang berlambangkan apel tergigit tersebut karena sistem yang digunakannya. Namun terdapat beberapa hal yang menjadi kelemahan iPhone yang mana dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli.

Sejarah iPhone

Sebelum kita membahas kelemahan iPhone, perlu kita ketahui mengapa sistem yang digunakannya dapat sangat menarik minat masyarakat dalam bidang smartphone atau telepon pintar. Dibalik kesuksesan yang dicapai iPhone sekarang, perusahaan Apple yang sempat dipimpin oleh John Scolley pada tahun 1985 mulai mengalami keterpurukan hingga produknya yang gagal menarik minat pasaran. Kemudian tahun 1996 jabatan John Scolley digantikan oleh Gil Amelio yang diharapkan dapat membawa perusahaan pada masa kejayaan, tetapi nyatanya tidak sampai setahun Gill Amelio memimpin perusahaan yang kini memproduksi iPhone, ia sudah harus turun dari jabatannya karena tidak mampu membawa perusahaannya keluar dari keterpurukan dan malah sebaliknya, keadaan perusahaan yang semakin krisis karena kerugian yang sangat besar, dilansir dari Kompas.com kerugian mencapai 867 dollar AS.

Tepat pada tahun 1997 jika Steve Jobs tidak kembali memimpin perusahaan yang didirikannya pada tahun 1976 bersama temannya, perusahaan yang merupakan “pionir” dalam teknologi smartphone ini sudah mengalami kebangkrutan. Dimulai dari kampanye Steve Jobs bersama seluruh staff perusahaan yang dikenal dengan “Think Different” melahirkan inovasi baru yang mana dapat membawa perusahaan keluar dari masa keterpurukan. Hal ini tidak terlepas dari besarnya bantuan Bill Gates yang mana seorang pendiri Microsoft Inc. Dengan berinvestasi sebesar US$ 150 juta, Apple dapat mencapai titik baliknya pada tahun 1998 dengan produk iMac G3 yang mendapat respon postif di pasaran.

Kelemahan iPhone

1. Tidak memiliki slot memori eksternal

Beberapa ukuran kapasitas penyimpanan kartu memori

iPhone memang telah memiliki penyimpanan internal yang cukup besar, tetapi tidak sedikit telepon genggam yang menggunakan sistem operasi seluler Android memiliki kapasitas internal yang sama besarnya dengan iPhone dan masih dapat menambah kapasitas penyimpanan secara eksternal. Hal ini disebabkan karena menurut beberapa sumber iPhone sangat menjaga dan mengutamakan desain atau bisa dikatakan bahwa desain merupakan prioritasnya.

2. Banyak aplikasi berbayar

Beberapa aplikasi umum yang terdapat pada smartphone.

Di jaman sekarang yang mana merupakan jaman serba instan dan digital tidak ada yang gratis merupakan kalimat yang sering kita dengar atau diucapkan karena kalimat tersebut realistis dengan kehidupan sekarang. Namun istilah tersebut tidak berlaku bagi pengguna Android yang dengan bebas memiliki akses untuk mengunduh berbagai aplikasi secara gratis. Berbeda dengan pengguna iOS yang tak sedikit mengharuskan penggunanya mengeluarkan uang untuk memperoleh beberapa aplikasi. Hal ini dikarenakan aplikasi tersebut tidak support pada sistem iOS.

3. Terbatasnya konektivitas dengan telepon genggam lain.

Tipe charger dan bluetooth pada iPhone memiliki ciri khas tersendiri.

Beberapa konektivitas yang dimiliki sistem iOS, seperti bluetooth dan wifi sharing memiliki keterbatasan dalam mengakses, yaitu hanya untuk sesama perangkat iOS. Maka tidak heran bila iPhone dipandang sebagai dawai yang memandang kasta karena hanya dapat terhubung atau ‘berteman’ dengan sesamanya saja. Hal ini juga berlaku pada tipe charger yang digunakan.

Baca juga :

4. Tidak bisa multi task

Tidak perlu menggunakan 2 perangkat untuk membuka 2 aplikasi jika tersedia split screen.

Split screen atau membagi layar dengan 2 jendela aplikasi di waktu yang bersamaan dengan tujuan multitask merupakan fitur umum yang dimiliki beberapa telepon genggam sekarang ini. Namun, sayangnya sistem atau tools tersebut tidak berlaku bagi iPhone karena sistem operasi selulernya tidak memiliki fitur ini.

5. Baterai boros

Powerbank merupakan penyelamat bagi kita yang sering beraktifitas di lapangan

Seperti yang dilansir di halaman detik.com bahwa ketahanan baterai iOS tergolong lemah bila dibandingkan dengan ketahanan baterai pada Android, khususnya pada iOS terbarunya, yaiu iOS 14. Oleh karena itu, bagi kalian pegguna iPhone sangat disarankan untuk membawa powerbank, terlebih lagi bila hendak beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama. Selain itu perlu diingat ketika telepon genggam dalam keadaan mengisi daya sebaiknya jangan digunakan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan baterai smartphone.

6. Harga yang relatif mahal

Bukan hal yang aneh jika iPhone dominan dimiliki oleh kaum ‘berada’

Kelemahan terakhir dari smartphone yang hampir bangkrut pada tahun 1997 ini adalah harganya yang relatif mahal. Jika dibandingkan dengan smartphone lain dengan spesifikasi hardware yang sama iPhone tergolong kelompok yang mahal. Namun, dengan harga tersebut sesuai dengan spesifikasi lainnya yang mana dapat dibuktikan dengan peminatnya yang semakin banyak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesianMalay
Scroll to Top